Kebijakan Bersifat Tak Wajib, Zona Hijau dan Kuning Boleh Buka Sekolah

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pembukaan sekolah di daerah zona hijau dan kuning diambil untuk menjawab apa yang dikeluhan orang tua. Sebab, banyak dari orang tua mengeluhkan tidak optimalnya sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama masa pandemi covid-19.

“Sejumlah orang tua yang menyampaikan kepada kami bagaimana sulitnya mengurus anak yang mereka juga bekerja sehari-hari dan juga kebetulan mungkin putra-putrinya lebih dari 1-2 orang, sehingga mengalami persoalan yang juga tidak mudah,” kata Kepala Satuan Tugas Penanganan covid-19 Doni Monardo ,di Jakarta, Sabtu (8/8/2020).

Oleh karena itu pemerintah melakukan revisi Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri. Keempat menteri, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri akhirnya memperbolehkan sekolah-sekolah di zona kuning untuk membuka sekolah dengan protokol kesehatan yang ketat.

Doni sendiri menegaskan, kebijakan ini bersifat tidak wajib. Pihaknya hanya memberikan izin, sehingga perlu adanya koordinasi antara pemerintah daerah, satgas covid-19 setempat dan orang tua murid sebelum membuka sekolah di masa pandemi. “Bapak ibu sekalian, dalam kondisi seperti sekarang ini kita tidak perlu saling menyalahkan apa pun kebijakan yang kita lakukan pasti akan ada risikonya,” jelasnya.

Saat ini terdapat 276 kabupaten/kota atau 43 persen peserta didik yang berada di zona hijau dan kuning di seluruh Indonesia. Sedangkan, yang berada di zona merah dan oranye sebanyak 57 persen dari peserta didik atau 238 kabupaten/kota.

BERITA REKOMENDASI