Kemampuan Bahasa Inggris Negara Indonesia Peringkat 32

JAKARTA (KRjogja.com) – Education First (EF) mengumumkan hasil survei global ‘English Proficiency Index’ (EF EPI). Dengan skor 52.91, Indonesia berada di posisi ke-32 dari 72 negara yang disurvei secara global.  EF EPI merupakan survei terbesar yang mengukur kemampuan Bahasa Inggris negara-negara di dunia dan dianggap sebagai patokan internasional untuk kemampuan Bahasa Inggris tingkat dewasa. 

"Hasil survei tahun ini menunjukan Singapura sebagai negara Asia dengan peringkat paling atas dalam hal kemampuan Bahasa Inggris, diikuti dengan Malaysia dan Filipina yang termasuk 15 besar. EF English Proficiency Index telah lama digunakan oleh banyak negara sebagai standar penting untuk melihat kemampuan Bahasa Inggris," kata Direktur Penelitian Pendidikan & Pengembangan English First,  Steve Crooks.

Diakui Crooks, EF melihat Indonesia sebagai pasar yang penting bagi kursus Bahasa Inggris. Sebagai negara yang terus berkembang, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, baik lisan dan tulisan menjadi penting untuk menarik investasi asing, perusahaan multinasional dan menciptakan pekerjaan berbayar tinggi yang menjadi visi pemerintah Indonesia di masa depan melalui investasi bisnis dengan tingkat servis yang lebih baik.
 
Indonesia sebagai salah satu macan ekonomi Asia dan merupakan ekonomi global yang sedang berkembang, dengan tingkat pertumbuhan yang didukung dengan angka tenaga terbesar di ASEAN. Indonesia juga merupakan negara terbesar keempat berdasarkan angka tenaga kerja. 

Pada tahun ini, Indonesia telah secara progresif melakukan berbagai reformasi ekonomi dan pendidikan dengan tujuan membuka sektor ekonomi lebih besar kepada investor asing dan mendorong liberalisasi ekonomi. Meski demikian, defisiensi tenaga kerja dengan kemampuan berbahasa Inggris yang besar telah menghambat Indonesia dalam menarik investasi ekonomi.

Crooks menyampaikan, kemampuan Bahasa Inggris merupakan aset penting bagi negara untuk menarik investasi dan modal asing. Bahasa Inggris merupakan bahasa bisnis global, mengingat bisnis yang beroperasi di lebih dari satu negara perlu memiliki tenaga kerja yang dapat berkomunikasi dengan mudah dan professional dalam Bahasa Inggris. 

EF ‘English Proficiency Index disirkulasikan setiap tahun di seluruh 72 negara yang berpartisipasi secara global. Laporan ini mengidentifikasi area kunci di mana negara-negara dapat meningkatkan dan menyusun strategi dalam mengembangkan kemampuan bahasa Inggris. (Imd)

BERITA REKOMENDASI