Kemendikbud Ingatkan Kembali soal Komitmen Kebangsaan

JAKARTA, KRJOGJA.com – Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid menilai pentingnya mengingatkan kembali soal komitmen kebangsaan masyarakat pada 110 tahun Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas).

Hilmar Farid dalam pembukaan Festival Museum Kebangkitan Nasional di Jakarta, Minggu, mengatakan peringatan Harkitnas menjadi momentum penting di tengah masalah kebhinekaan, disintegrasi bangsa, beragam persoalan kompleks yang sedang dihadapi Bangsa Indonesia.

"Jadi ini penting untuk menegaskan kembali komitmen kebangsaan, bangsa ini kan sebetulnya diikat oleh komitmen bukan karena materi bukan karena hal-hal lain tapi karena adanya komitmen kebangsaan," kata Hilmar Farid.

Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya masyarakat untuk kembali mengingat betapa komitmen kebangsaan telah menyatukan para pemuda dari berbagai pelosok nusantara untuk mendirikan organisasi Boedi Oetomo pada 1908.

"Bagaimana para pemuda di masa lalu dengan segala keterbatasannya berhasil mengikatkan diri mereka menjadi satu, modalnya jiwa kebangsaan yang membimbing mereka," ujar Hilmar.

Menurut dia, tujuan utama mereka yang terbesar yakni menyelenggarakan pendidikan untuk kaum marjinal sehingga solusi persoalan bangsa diperoleh.

Hilmar mencontohkan, ternyata masih ada orang-orang yang bersuka rela menyelenggarakan pendidikan untuk masyarakat tidak mampu seperti yang dilakukan oleh Sekolah Kartini.

Hal itu tidak lain didorong oleh komitmen kebangsaan yang menurut dia menyadarkan orang-orang tertentu untuk merasa terpanggil melayani bangsa ini.

Pihaknya menyelenggarakan Festival Museum Kebangkitan Nasional 2018 salah satunya untuk mendorong masyarakat agar terketuk kembali komitmennya untuk bangsa Indonesia.

Pihaknya bahkan menghadirkan keluarga dari para pendiri Boedi Oetomo yakni para cucu dan cicit yang diharapkan menjadi inspirasi komitmen kebangsaan bagi masyarakat.(*)

 

BERITA REKOMENDASI