Kemendikbud Siap Rekrutmen, 3 Propinsi ini Banyak Butuh Guru

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan(Kemendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan dibutuhkan waktu 7 tahun untuk mengangkat guru honorer. 

Menurut Mendikbud saat ini, ada sekitar 739 ribu guru honorer yang membutuhkan kejelasan status dan menuntut diangkat menjadi CPNS. Bila setiap tahun bisa diangkat 100 ribu, berarti butuh tujuh tahun untuk menyelesaikannya.

"Sebenarnya tidak ada lagi guru honorer. Sebab, PP 48 tahun 2005 jelas-jelas melarang pengangkatan honorer. Namun, di lapangan justru tetap ada rekrutmen," terang Mendikbud Muhadjir Effendy di Jakarta  Jumat (27/04/2018).

Mendikbud menjelaskan sebenarnya masalah ini tidak akan terjadi bila pemda menaati aturan yang ada. "Tidak mungkin rekrutmen guru harus dari honorer terus. Kalau ingin meningkatkan kualitas pendidikan, yang harus diubah mekanisme rekrutmennya. Itu sebabnya, guru honorer yang ingin jadi PNS harus lewat tes," kata Muhadjir.

Plt Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Hamid Muhammad mengatakan Kebutuhan guru PNS makin besar karena tiap tahun sekitar 60 ribuan guru yang pensiun. Kemendikbud sedang menunggu formasi resmi dari KemenPAN-RB. Namun, dari hasil pendataan ada tiga provinsi yang paling membutuhkan guru yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

"Kalau usulan 100 ribu itu bisa disetujui akan dialokasikan ke Jabar, Jateng, dan Jatim. Sedangkan di luar 3 provinsi yang membutuhkan banyak guru itu jumlahnya sedikit," ujar Hamid.

Hamid menjelaskan kebutuhan 100 ribu guru ini terbuka untuk umum. Guru honorer yang usianya di bawah 35 tahun juga bisa ikut dalam rekrutmen CPNS nanti. "100 ribu ini tidak spesifik untuk guru honorer tapi kalangan umum;" tandasnya. 

Mengenai fasilitas guru ,Hamid mengatakan mulai tahun ini kita ingin fasilitasi perumahan guru, dengan kerja sama dgn BRI.  Sebagai bagian dari upaya penyejahteraan guru-guru yang hingga saat ini masih belum punya rumah. (Ati/*-3)

BERITA REKOMENDASI