Ketentuan PPDB, Masih dalam Masa Transisi

RIAU, KRJOGJA.com – Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hamid Muhammad mengatakan, penerapan ketentuan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) saat ini masih dilakukan penyesuaian antara peraturan dan masalah di lapangan.

"Kalau misalnya sekarang ada yang belum sesuai ketentuan, itu diperbolehkan, karena masa transisi setahun dua tahunlah. Ini tidak bisa serta merta mengubah kebiasaan lama," tandas Hamid, Sabtu (8/7/2017), usai menutup Olimpiade Saint Nasional (OSN) 2017 di Riau.

Menurutnya, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mengatur sejumlah ketentuan yang berkaitan dengan penerimaan siswa baru seperti penerapan zonasi, ukuran kelas, dan PPDB via daring. Dalam Permendikbud itu disebutkan, sekolah berhak menerima 90 persen dari total kuota siswa bagi anak yang berdomisili di zona yang sama dengan zona sekolahnya. Sementara 10 persen sisanya boleh menerima siswa dari luar zonasi sekolah.

Kendati masih diperbolehkan dalam penyesuaian, Kemendikbud tetap melakukan pengawasan dengan mengingatkan sekolah dan dinas pendidikan daerah terkait untuk segera menerapkan ketentuan sesuai Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang PPDB. "PPDB sesuai zonasi diterapkan untuk menciptakan sekolah-sekolah favorit di setiap zona daerah," jelas Hamid.

Ketentuan itu, lanjut Hamid Muhammad, juga mewajibkan sekolah menyisihkan 20 persen kuota siswa sekolahnya diberikan kepada anak yang tidak mampu. Tanpa ada ketentuan itu, anak-anak tidak mampu pasti terlempar dari wilayahnya.

"Karena terlempar, mereka harus mengeluarkan tambahan uang transport. Mereka juga akan mendapatkan sekolah yang mungkin tidak bagus. Karena itu, apabila masih ada sekolah yang menerima siswa dari luar zonasi hingga 20 persen dari total kuota peserta didik, masih diperbolehkan," tegasnya.

Peraturan lainnya, mengenai jumlah siswa di dalam kelas yakni untuk SD maksimal 28 orang, SMP 32 orang, SMA/SMK 36 orang, juga masih dalam tahap penyesuaian. (Ati)

 

BERITA REKOMENDASI