Ketimpangan Pendidikan Menjadi Tantangan Bersama

YOGYA, KRJOGJA.com – Model Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diterapkan saat pandemi Covid-19 tidak dipungkiri masih menyisakan sejumlah persoalan. Di samping berbagai persoalan yang berkaitan dengan keterbatasan fasilitas dan kendala teknis. Salah satu hal yang semakin terlihat jelas adalah ketimpangan dalam mengakses pendidikan berkualitas yang telah lama ada semakin melebar. Untuk mengatasi ketimpangan tersebut diperlukan strategi yang tepat dalam merespons efek disparitas pembelajaran PJJ.

“Untuk mengatasi keadaan riil (adanya ketimpangan) seperti di atas, menurut saya harus ada paradigma berfikir bahwa kesenjangan itu harus dipandang sebagai sesuatu yang memang riil. Jadi solusinya wajib menjadi tanggungjawab sistemik setiap institusi yang terkait dengan pembangunan sumber daya manusia masa depan,” kata pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof Dr Ariswan MSi DEA di Yogyakarta, Minggu (3/1/2020).

Ariswan mengatakan, adanya kebijakan pembelajaran dengan model PJJ atau daring pada masa pandemi Covid bagi seluruh siswa adalah pilihan terbaik. Meski dengan berbagai kendala yang sebenarnya tidak bisa diabaikan. Kendala utama adalah akses mengikuti pembelajaran yang tidak bisa dijangkau oleh peserta didik karena tidak memiliki perangkat keras untuk mengakses pemebelajaran tersebut.

BERITA REKOMENDASI