Kolaborasi Beasiswa untuk Dampak Lebih Optimal

JAKARTA, KRJOGJA.com – Untuk pertama kalinya pemerintah Indonesia bekerja sama dengan pemerintah negara lain dalam bidang pemberian dan pengelolaan beasiswa. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan, Riset Teknologi dan Kebudayaan, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dan Nuffic Neso Indonesia telah memilih 10 warga negara Indonesia terbaik untuk menempuh studi S2 di Belanda, sebagai penerima beasiswa DIKTI-LPDP-StuNed Joint Scholarship program.

Demikian Dirjen Dirjen Dikti – Prof. Nizam dan Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia -Lambert Grijns, Direktur Utama LPDP – Andin Hadiyanto, dan Direktur Nuffic Neso Indonesia -Peter Van Tuijl menyambut para penerima beasiswa tersebut yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia pada Awarding Ceremony yang berlangsung Jumat (6/8/2021) secara daring. Beasiswa DIKTI-LPDP-StuNed adalah beasiswa penuh yang didanai pemerintah Republik Indonesia dan pemerintah Kerajaan Belanda melalui kerja sama pendanaan (co-funding) dan pengelolaan program.

Beasiswa ini lahir dari kesamaan pandangan bahwa sebuah program beasiswa unggulan harus memiliki dampak dan kebermanfaatan bukan saja bagi penerima beasiswa namun juga bagi organisasi tempat ia berkarya, lingkungan sosial dan juga negara dan bangsa.

Kerjasama ini sangat strategis dalam konteks kerjasama bilateral antara Indonesia Belanda karena dilandasi oleh satu kepentingan bersama, yang tergambarkan dari bidang prioritas dari beasiswa ini. Bidang itu merupakan bidang-bidang prioritas pembangunan Indonesia dan keunggulan keilmuan yang dimiliki oleh perguruan tinggi di Belanda. Bidang-bidang tersebut adalah pengelolaan dan teknologi air, kewirausahan berkelanjutan dan ekonomi sirkular yang berfokus pada perikanan dan kelautan; dan ilmu dan teknologi perikanan dan kelautan.

BERITA REKOMENDASI