Komitmen Unriyo Mewujudkan Desa Gading Sehat dan Sejahtera

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Sebagai daerah yang dilalui jalur perlintasan Jalan Yogya – Wonosari, Desa Gading Kecamatan Playen Gunungkidul memiliki potensi besar yang bisa dikembangkan. Namun sayangnya peluang tersebut belum digarap secara maksimal sehingga keunggulan yang dimiliki oleh desa ini belum banyak tersentuh untuk hasilnya bisa dinikmati seluruh warganya.

Desa berpenduduk kurang lebih 7.000 jiwa dengan sekitar 250 kepala keluarga ini mayoritas warganya bermatapencaharian sebagai petani. Memiliki 10 pedukuhan, Desa Gading diuntungkan dengan letaknya yang strategis sehingga berpeluang besar untuk mengembangkan dalam dunia usaha.

Kepala Desa Gading, Sukirman mengatakan dari sektor wisata tak banyak obyek terdapat di daerah ini, namun dari bidang usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masih banyak hal yang bisa dikembangkan. Ia mengungkapkan saat ini ada beberapa warga yang telah merintis usahanya dan kini mulai berkembang.

“Makanan produksi lokal cukup berpotensi. Oleh karena itu UMKM jika digenjot pemasarannya akan lebih baik dan maju karena Desa Gading ini menjadi lokasi wisata antara,” kata Sukirman disela kegiatan pengabdian masyarakat dari Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo) yang digelar di Balai Desa Gading, Minggu (16/02/2020).

Sukirman mengakui, faktor pemasaran menjadi kendala utama dalam memajukan usaha yang digeluti oleh warga. Pihak desa selama ini telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk dari perguruan tinggi untuk membantu dalam hal pemasaran.

Ia berharap dengan adanya pelatihan-pelatihan, utamanya soal pemasaran akan dapat meningkatkan usaha yang digeluti warga. Sehingga pada akhirnya mampu menyejahterakan dan meningkatkan perekonomian warga Gading.

“Dengan kegiatan ini diharapkan dapat memotifasi masyarakat untuk lebih berkembang lagi. Pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan untuk memajukan usahanya,” jelasnya.

Sukirman menambahkan, saat ini Gading juga tengah mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk lebih berkembang lagi. Salah satunya yang mulai dilaksanakam yakni dalam pengelolaan Taman Hutan Rakyat (Tahura) yang bekerjasama dengan dinas terkait.

Wakil Rektor (Warek) Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, DR Fransisca Lanni MS mengatakan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebagai rangkaian dari Dies Natalis XI Unriyo. Desa Gading dipilih karena banyak potensi yang bisa dikembangkan dan selama ini belum tergarap dengan baik.

Dengan mengangkat tema ‘Menuju Desa Gading Sehat dan Sejahtera’, Unriyo ingin menyehatkan masyarakat terlebih dahulu sebelum nanti menyejahterakan melalui program-program yang dilakukan. Ia berharap kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat berguna dan bermanfaat bagi warga Gading.

“Jadi pertama harus sehat dahulu sebelum nantinya sejahtera. Jika masyarakat telah sehat, maka kesejahteraan akan mengikuti dengan sendirinya dan dapat dirasakan,” kata Fransisca Lanni.

Ia menambahkan, pengabdian masyarakat di Desa Gading terasa istimewa karena pada tahun ini Unriyo akan mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) terintegrasi yang akan dilaksanakan pada bulan Juni – Juli mendatang. Jika dahulu hanya dari Fakultas Sosial Ekonomi saja, namun pada tahun ini KKN akan melibatkan Fakultas Sains dan Teknologi serta Fakultas Ilmu Kesehatan.

“Serentak akan kami turunkan, tiap pedukuhan akan mendapat komponen masing-masing program studi sehingga nantinya dapat berkontribusi untuk masyarakat. Tujuannya adalah pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu ketua panitia, Soepri Tjahjono Moedji MPd menambahkan ada beberapa kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat di Gading ini. Diantaranya pengobatan gratis, pelatihan pemasaran produk melalui sosial media, penanganan pertolongan pertama korban kecelakaan dan kegiatan sosial lainnya. (*)

BERITA TERKAIT