Kurikulum SMK Harus Disesuaikan dengan Kebutuhan Industri

YOGYA, KRJOGJA.com Perencanaan kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus disesuaikan dengan kebutuhan industri. Sekolah harus mampu mengembangkan kurikulum ini sesuai partner kerjanya atau mitra industrinya. Sistem pembeleajaran dan penilaiannya juga harus disesuaikan. Sistem penilain harus berbasis portofolio.

“Pusat tidak akan memberikan contoh secara detail untuk kurikulum ini, tapi sekolah yang harus mengembakan sesuai partner kerja atau mitra industrinya,” ungkap Direktur SMK, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Vokasi Kemendikbud Dr Ir M Bakrun MM saat menjadi pembicara dalam Webinar (seminar online) bertema Membedah Prospek dan Tantangan SMK Bidang Seni dan Industri Kreatif di Era Rovolusi Industi 4.0.
Webinar itu diselenggarakan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Seni dan Budaya Yogyakarta, Selasa (12/5) sebagai rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2020.

Webinar juga menghadirkan nara sumber pemerhati SMK Dr Toto Sugiarto Arifin MHum yang membawakan materi Penguatan SMK Bidang Keahilan Seni dan Industri Kreatif di Era Rovolusi Industri 4.0. Sedang moderator dibawakan Kepala Bidang (Kabid) Fasilitasi Peningkatan Kompetensi (FPK) PPPTK Seni dan Budaya Drs Rahayu Windarto MM.

Webinar dirangkai dengan penutupan Pekan Pendidikan Jogja ke-3 dalam rangka Hardiknas 2020 yang diselenggarakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikbud se-DIY. Pentupan diawali dengan laporan hasil pelaksanaan Pekan Pendidikan Jogja ke-3 oleh Koordinator UPT Kemdikbud DIY Dr Sarjilah MPd. Kemudia diakhiri dengan pengarahan Sekretaris Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dr M Qudrat Wisnu Aji MEd.
Webinar diikuti Kepala SMK Bidang Seni Industri Kreatif seluruh Indonesia sebanyak 334 orang dan widyaiswara serta Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) PPPPTK Seni dan Budaya, para kepala UPT Kemendikbud di DIY, para kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) kabupaten/kota di DIY maupun undangan lainnya.

Lebih lanjut Bakrun menyatakan, kurikulum akan kembangkan dan ke depannya bagimana pembelajaran itu bisa dilakukan dimana saja. Menurutnya ada empat pembelajaran kompetensi di SMK, yakni di kelas, pembelajaran industri dengan praktik, pembelajaran sistem blok dan pembelajaran pendidikan sistem ganda.

Menurutnya, tiap jenis pembelajaran memiliki 3 dimensi proses pembelajaran, yakni perencanaan kurikulum sesuai kebutuhan industri, pelaksanaan di sekolah dan industri dan penilaian.

Pada kesempatan itu, Bakrun menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo untuk percepatan pembangunan SDM Unggul 2020-2024, yakni memperbaiki piramida kualifikasi tenaga kerja agar menjadi tenaga kerja yang terlatih, terampil agar terserap semuanya ke dalam industri-industri. Pendidikan Kejuruan,SMK di daerah-aaerah, dihubungkan dengan industri-industri agar lulusannya sesuai dengan kebutuhan, dan siap untuk hal-hal yang baru.

“Ke depannya, lulusan kita harus lulusan yang mudah untuk beradaptasi. Seperti kondisi sekarang ini akibat pandemi virus korona, dimana banyak perusahaan tutup dan banyak karyawan atau pekerja yang di-PHK. Dalam kondisi seperti ini yang bisa bertahan adalah mereka yang kreatif yang bisa beradaptasi dengan kondisi, tidak terpaku pada satu ketrampilan,” tegasnya.

Bakrun juga memaparkan pentingnya pengembagan SMK Bidang Seni dan Industri Kreatif. Sektor Seni dan industri kreatif di Indonesia haruslah dikembangkan secara serius dengan tujuan mempersiapkan generasi muda Indonesia agar mereka mampu menjadi creativepreneur atau pebisnis/pengusaha yang berbasis kreativitas.

Adanya transformasi media publikasi, pertunjukan atau pementesan Seni dan Industri Kreatif melalui platform digital (live streaming youtube, instagram dll) maka ekosistem pendidikan di SMK harus mampu beradaptasi dan memaksimal peluang. “Konser tidak selalu dengan ruangan besar, tapi bisa dengan cara live streaming. Jadi tidak sekedar melakukan kegiatan, tapi harus mengemas pertujukkan dengan baik,” ulasnya.
Semakin terbuka peluang untuk siswa atau alumni SMK bidang seni dan industri untuk mandiri berkarya dan mendapatkan penghasilan dengan memanfaatkan kompetensi yang diperoleh di SMK dengan memasarkan layanan atau jasa kreatif melalui marketplace online seperti Fiverr, Envanto Studio, dan lain-lain.

“Kontribusi pertumbuhan ekonomi yang didapatkan dari industri kreatif cukup tinggi bahkan di atas pertumbuhan ekonomi nasional, namun SDM/pelakunya belum banyak, SMK Diharapkan menginspirasi banyak orang untuk bisa partisipasi di bidang Seni dan industri kreatif.” paparnya. (Jan)

 

BERITA REKOMENDASI