LDPM UCY Luncurkan Kampus Berseri

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Lembaga Dakwah dan Pembangunan Masyarakat (LDPM) Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) mengadakan soft launching ‘UCY Kampus Berseri’, Rabu (29/07/2020). Acara yang dibuka oleh Rektor UCY, DR Ciptasari Prabawanti SPsi MSc ini menghadirkan Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun, MKes sebagai keynote speaker, Erwan Widyarto, Octo Lampito Pemimpin Redaksi Kedaulatan Rakyat, Sujarwo dan Difla Nadjih sebagai narasumber.

Dalam sambutan sekaligus membuka acara tersebut, Ciptasari menekankan pentingnya program sekaligus gerakan ini bagi kampus UCY dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru. Bukan hanya itu, menurut rektor lulusan perguruan tinggi ternama negeri kincir angin ini, bagi umat dan kampus Islam, kebersihan, kesahatan, relegiusitas serta literasi, bersifat imperatif.

“Bukan sekedar himbauan. Ini tantangan bagi kita semua untuk mewujudkannya,” tegasnya.

Sri Muslimatun mengapresiasi pihak kampus UCY yang menggulirkan program Kampus Berseri. Hal ini mendukung sekaligus meringankan tugas pemerintah daerah, termasuk Sleman dalam memasuki adaptasi kebiasaan baru.

“Program kampus berseri juga memberi rasa nyaman kepada orang tua, melepas anaknya untuk kuliah di Yogyakarta. Kita berharap pula, lahirnya pemimpin bangsa yang sehat, cerdas dan berkarakter,” jelasnya.

Erwan Widyarto yang mengulas soal managemen pengelolaan sampah menggaris bawahi pentingnya upaya mengurangi timbulan sampah. Melakukan pemilahan sampah, mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis.

Octo Lampito sebagai pembicara kedua, lebih menyoroti urgensi melek literasi di masyarakat. Kampus menurutnya merupakan garda depannya, sehingga kampus yang ramah literasi adalah prasyarat ke arah kemajuan.

Diujung acara soft launching UCY Kampus Berseri, ketua LDPM UCY Dra Difla Nadjih MS menekankan pentingnya koneksitas, sinergitas dan kalaborasi antar lembaga internal kampus maupun dengan eksternal kampus. Sebab, program kampus Berseri merupakan mimpi besar yang membutuhkan sumber daya manusia dan sumber dana yang cukup besar.

“Dimulai tahun pertama ini dengan fokus pada aspek kebersihan dan kesehatan. Tahun-tahun berikutnya, melangkah pada aspek literasi, religius dan membangun budaya serta karakter. Diharapkan lima tahun terhitung dari sekarang, mampu kita wujudkan,” terangnya. (*)

BERITA REKOMENDASI