LP3M UPNVY Gelar Workshop Penyusunan Instrumen Suplemen Konversi

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’ Yogyakarta (UPNVY) mengadakan Workshop Akreditasi untuk Prodi selama dua hari. Materi Instrumen Suplemen Konversi (ISK) disampaikan secara daring oleh Asesor Validator BAN-PT yang juga sekretaris Penjamin Mutu di Universitas Negeri Malang Dr. Swasono Rahardjo, S.Pd., M.Si pada hari pertama.

Hari kedua dia memaparkan materi penyusunan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dan Laporan Evaluasi Diri (LED) mengingat kapasitasnya sebagai Tim Sosialisasi Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) 3.0 dan Akreditasi Program Studi (APS) 4.0 BAN-PT.

Saat membuka acara di hari pertama, Ketua LP3M UPNVY Partoyo, Ph.D. menyampaikan, workshop ini bertujuan membekali peserta yang terlibat dalam proses akreditasi prodi. Yakni para Dekan dan Wakil Dekan, Ketua Jurusan, dan Koordinator Prodi. LP3M juga mengundang Ketua Lembaga, Bagian Akademik, Kepegawaian, Kerjasama Urusan Internasional, UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi, Pengembangan Karir dan Kewirausahaan, Perpustakaan, dan Laboratorium Bahasa.

“Semuanya untuk meningkatkan mutu UPNVY melalui proses akreditasi BAN-PT sebagai Penjaminan Mutu Eksternal (PME),” ujar Partoyo, Kamis (19/11/2020).

Pentingnya workshop ini diakui oleh perwakilan peserta yang juga Ketua Jurusan Teknik Informatika Dr. Awang Hendrianto Pratomo, ST., MT. Menurutnya peserta jadi mengetahui tentang komponen penting yang menjadi penilaian dalam penyusunan ISK akreditasi prodi dari A ke unggul, B ke Baik Sekali. Hal yang harus diperhatikan yakni tingkat pendidikan dosen atau kualifikasi akademik, jabatan fungsional dosen, dan ketepatan waktu studi mahasiswa selama 4 tahun atau 8 semester.

Awang juga menyadari bahwa untuk mengonversi dan meningkatkan akreditasi BAN-PT melihat dari implementasi kerjasama. Tidak hanya secara kuantitas, namun juga kualitas pelaksanaannya. Terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Dijelaskan, MBKM memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan magang industri. dan, memberi kemudahan bagi mahasiswa untuk mengambil mata kuliah antar prodi, dan antar kampus. Juga mendorong mobilitas mahasiswa ke level internasional.

Akreditasi ada dua, yakni akreditasi prodi dan akreditasi institusi. Keduanya saling menunjang, untuk menjadikan masing-masing menjadi lebih baik. Kegiatan ini diharapkan memberikan pemahaman kepada Unit Pengelola Program Studi dan pihak terkait tentang aturan instrumen yang baru.

Disebutkan, fakultas memiliki tanggung jawab untuk mengajukan akreditasi dan reakreditasi setiap prodi yang dikelolanya. Reakreditasi ditujukan untuk naik ke level akreditasi di atasnya. Misalnya menginginkan reakreditasi dari akreditasi Baik Sekali, ke Unggul. Ini akan sangat berpengaruh terhadap penilaian akreditasi Institusi agar juga bisa mencapai akreditasi yang Unggul.

“Aturan baru menyebutkan akreditasi berlaku dengan perpanjangan, dan ada evaluasi dari BAN-PT secara periodik melalui data PDDIKTI dan pengaduan masyarakat. Yang sudah terakreditasi Unggul harus mampu mempertahankan kualitasnya,” ungkap Awang Hendrianto.

Dalam workshop ini juga hadir Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI) UPNVY Sutoyo yang bertugas melakukan penjaminan mutu non akademik. Dia menjelaskan, fungsi dan tugas dari SPI adalah melakukan pengawasan internal dan membuat kebijakan dalam hal SDM, perencanaan, penganggaran, keuangan, aset, dan ketatalaksanaan. Contohnya, di masa pandemi Covid-19 ini, penganggaran berubah total. Ada sejumlah pos yang hilang misal uang perjalanan dinas. Dan ada yang pos yang baru seperti kuota internet untuk kegiatan daring.

“SPI harus berkolaborasi dengan LP3M. Sebab faktor non akademik juga menjadi penilaian dalam akreditasi, selain faktor akademik. Baik untuk akreditasi institusi maupun prodi,” terang Sutoyo.

Kapus PME LP3M UPNVY Dr. Puji Lestari, M.Si. melalui workshop ini ingin memberikan gambaran kepada pejabat baru di UPNVY tentang aturan akreditasi yang baru. APS 4.0 menggunakan sembilan kriteria, dari yang sebelumnya tujuh standar dan informasi mengenai Instrumen Suplemen Konversi (ISK) yang penting dilakukan oleh prodi karena menyangkut reputasi dan image UPNVY di masyarakat.

“Harapannya semua prodi terakrediasi A bisa terkonversi menjadi Unggul, sedangkan bagi prodi yang masih terakreditasi B didorong melakukan reakreditasi agar bisa menjadi Unggul dan C menjadi Baik Sekali. Tindak lanjut dari workshop ini prodi melakukan persiapan mengajukan ISK dan reakreditasi,” imbuh Puji Lestari. (*)

BERITA REKOMENDASI