Mahasiswa bisa Kuliah Lintas Fakultas

JAKARTA, KRJOGJA.com
 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sedang menyusun aturan yang memungkinkan mahasiswa bisa belajar lintas fakultas dan perguruan tinggi.

Dengan program studi yang relevan. Dengan studi yang fleksibel, kompetensi mahasiswa lebih meningkat dan cepat merespons berbagai perubahan.

"Misalnya mahasiswa dari satu program studi dan dari satu fakultas bisa mengambil mata kuliah yang dipandang relevan di fakultas lain, atau bahkan di perguruan tinggi lain bahkan juga cara belajarnya akan lebih fleksibel," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud), Ainun Na'im usai pelantikan dirinya sebagai Sesjen Kemendikbud, di Gedung A Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.

Perguruan tinggi pun dituntut agar tidak terlalu kaku terpaku pada materi pembelajaran di kelas. Praktik keseharian mereka di lapangan bisa menjadi kredit tersendiri untuk penilaian akhir mahasiswa.
"Dalam arti mahasiswa yang punya talent misalnya berwirausaha. Dia dengan teknologi baru yang diketahui mengembangkan usaha dan kemudian berhasil mempekerjakan sekian orang itu bisa diberikan bagian dari SKS (Satuan Kredit Semester) dalam memenuhi kurikulum program studinya. Dihitung," ujar Ainun.

Tak hanya mahasiswa, dosen yang berbeda ilmu saling berinteraksi akan menciptakan berbagai berkolaborasi dengan berbagai ilmu. Inovasi dan kompetensi akan meningkat seiring dengan sendirinya.
"Dan juga dari sesi dosen dan penelitinya bisa berinteraksi antardisiplin ilmu, karena interaksi antardisiplin itu kemudian bisa muncul," tuturnya.

Mengenai nilainya tetap dari dosen dimana mahasiswa mengambil program studi. Ijazah juga dikeluarkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan .(ati)
 

BERITA REKOMENDASI