Mahasiswa Mau Mapan? Buka Rekening Efek Saja

YOGYA (KRjogja.com) – Menjadi investor di pasar modal tidak lagi identik dengan orang-orang yang sudah bekerja, mahasiswa sekarang juga bisa membuka rekening efek hanya dengan Rp 100.000 saja.

Modal lain yang dibutuhkan mahasiswa selain uang adalah Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Setelah semua syarat lengkap, mahasiswa bisa mendatangi perusahaan efek yang ada di Yogyakarta. Menurut Irfan Noor Riza selaku Kepala Cabang Bursa Efek Indonesia (BEI) cabang Yogyakarta, ada 16 perusahaan efek di Yogyakarta, seperti BNI Sekuritas, MNC Sekuritas dan Mandiri Sekuritas.

"Inilah saatnya mahasiswa belajar sambil berinvestasi," buka Irfan saat ditemui KRjogja.com di Kantor BEI cabang Yogyakarta, Jalan Mangkubumi No. 111. Kemudahan membuka rekening efek saat ini berbeda dengan zaman dulu yang membutuhkan dana puluhan juta untuk menjadi investor di pasar modal.

"Dulu, dana puluhan juta itu biasanya akan dikumpulkan dengan cara berkelompok atau patungan. Dari situ akan mudah muncul konflik, sehingga investasi jadi tidak jalan," tambah Irfan. Irfan menambahkan, data tahun 2016 memerlihatkan sebanyak 30% pemegang saham dari sekitar 16.000 investor di Yogyakarta adalah mahasiswa. Hal ini diharapkan mampu membuat generasi muda mempunyai rasa memiliki terhadap produk-produk yang berasal dari Indonesia.

"Jadi kita bisa mengonsumsi produk tersebut serta memiliki perusahaannya," ungkap Irfan. Meskipun begitu, masih banyak orang-orang khususnya yang berstatus mahasiswa belum paham jika siapa saja bisa memiliki saham produsen produk-produk yang ia gunakan sehari-hari. Irfan menambahkan, sebanyak 60% lebih saham di Indonesia dikuasai asing, lokal hanya berkisar di angka 37,5%.

"Akhirnya, BEI yang menjadi bursa efek teruntung dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, keuntungannya banyak dinikmati asing," paparnya. Dengan berinvestasi, mahasiswa juga akan mendapatkan keuntungan jangka panjang dalam kurun waktu 1-5 tahun.

"Kami akan selalu mengedukasi dan mengajak masyarakat Indonesia untuk 'membeli' kembali Indonesia melalui saham-saham ini," tukasnya.

Tidak lupa, Irfan juga menambahkan, hal yang paling penting dari sebuah investasi adalah semangat untuk belajar berinvestasi, baru kemudian keuntungan bisa didapatkan. Tentu saja, mahasiswa merupakan orang-orang yang pas untuk mapan sejak dini. (Ardhike Indah)

 

BERITA REKOMENDASI