Mahasiswa Teknik Sipil Wajib Kuasai BIM

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Fakuktas Teknik Universitas Janabadra (FT UJB) mengadakan seminar dan workshop tentang Building Information Modelling (BIM) di Auditorium UJB, Jalan Tentara Rakyat Mataram, Badran Yogyakarta, Rabu-Kamis (26-27/02/2020). Workshop diikuti 350 peserta terdiri mahasiswa FT UJB terutama Prodi Teknik Sipil, alumni dan praktisi di bidang konstruksi.

Dekan FT UJB, Titiek Widyasari ST MT mengatakan, BIM telah menjadi tren digitalisasi di bidang konstruksi. Sebelum sebuah gedung dibangun terlebih dahulu dibuat versi digitalnya. Hal ini sangat penting untuk mengetahui seberapa besar risikonya, kekuatan tanahnya, kekuatan struktur bangunan, aspek safety dan lain sebagainya.

“Kita bekali mahasiswa FT UJB dengan kompetensi BIM ini agar mampu bersaing di dunia kerja,” terang Titiek kepada KRJOGJA.com di sela kegiatan, Kamis (27/02/2020).

Baca juga :

Sopir Angkutan Tewas Gantung Diri di Dapur
Tebing Sungai Galeh Longsor Ancam Pemukiman

Workshop diselenggarakan oleh FT UJB bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Kompetensi (PPK) UJB, Autodesk yang mengembangkan software BIM, PT Pembangunan Perumahan (PP) Persero Tbk dan Ikatan Nasional Tenaga Ahli Konsultan Indonesia (Intakindo).

Dijelaskan Titiek, hari pertama seminar mengulas tentang software BIM dari Autodesk dilanjutkan implementasi BIM di bidang konstruksi dari PT PP (Persero) Tbk. Hari kedua pemaparan implementasi BIM pada proyek bandara YIA. Setelah mengikuti seminar dan workshop peserta mahasiswa akan mendapatkan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), sedangkan praktisi memperoleh Satuan Kredit Pengembangan Keprofesian (SKPK).

Arief Rahman, Senior BIM Manager PT PP Persero Tbk mengatakan, berdasarkan Permen 22 tahun 2018, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mewajibkan bangunan pemerintah di atas 2.000 m2 atau dua lantai, input konstruksinya harus memakai BIM. “Perancangan struktur bangunannya, arsitektur, mekanikal hingga rencana anggaran biaya harus melalui BIM,” katanya.

Menurut Arief, dengan memakai BIM pekerjaan konstruksi akan lebih efektif dan efisien. Selain itu meminimalkan kerusakan lingkungan akibat pekerjaan konstruksi. Kemudian bagi mahasiswa, penguasaan BIM akan meningkatkan daya saing agar mampu bersaing dengan tenaga asing. “Kompetensi BIM bisa dikatakan modal dasar untuk bersaing di dunia kerja (konstruksi). Yang terpenting mahasiswa harus terus belajar dan berlatih untuk bisa mahir BIM,” pungkasnya. (Dev)

BERITA TERKAIT