Mahasiswi Indonesia di Swiss Rilis Aplikasi Batik Digital

PELAJAR Indonesia di Swiss memakai cara yang inovatif dalam merayakan HUT ke-75 RI. Sejumlah mahasiswi di negeri itu bekerja sama dengan UNESCO untuk membuat aplikasi khusus batik.

Berdasarkan laporan Kementerian Luar Negeri, Rabu (19/8/2020), aplikasi iWareBatik yang bertujuan untuk menjadi arsip digital Batik sebagai warisan budaya tak benda. iWareBatik akan bermanfaat untuk mengidentifikasikan tekstil Batik, nilai-nilai filosofis di balik motifnya, tempat asal dan informasi-informasi lain yang relevan dengan Batik tersebut.

iWareBatik diluncurkan dalam bentuk laman iwarebatik.org dan aplikasi ponsel pintar tepat pada tanggal 17 Agustus 2020. Lebih dari 100 motif Batik telah terdokumentasikan, dan masih akan terus diperkaya lagi dengan motif-motif Batik lainnya.

Aplikasi ini juga dilengkapi dengan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang memungkinkan para pengguna mengetahui motif batik dengan mengambil foto kain batik yang sedang dipakai.

Hingga saat ini, aplikasi tersebut dapat mengidentifikasi beberapa motif batik, yaitu merak, kawung, ampiek, parang, dan akan dikembangkan lebih lanjut di masa yang akan datang.

BERITA REKOMENDASI