Mahasiswi Indonesia di Swiss Rilis Aplikasi Batik Digital

Puspita Ayu Permatasari, selaku Koordinator Riset Teknologi Komunikasi iWareBatik untuk Batik Indonesia, menyampaikan filosofi dibalik iWareBatik yaitu “I am aware of Batik”.

“Melalui aplikasi ini, kami berharap orang-orang tidak hanya memakai batik (wear) tapi juga memahami (aware) makna batik yang sedang dipakai,” jelas Puspita yang kini tengah menekuni Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) untuk Warisan Budaya Tak Benda dan Pariwisata sebagai fokus studi S3-nya di USI.

Fitur peta interaktif juga tersedia pada aplikasi ini, sehingga orang-orang dapat mengetahui motif Batik yang khas dari masing-masing provinsi di Indonesia.

“Harapannya, orang-orang yang berkunjung ke Indonesia, misalnya ke Kalimantan Selatan, atau Maluku, atau provinsi mana saja, bisa mengetahui motif Batik yang khas dari daerah tersebut, sebelum memutuskan membeli batik apa yang dijadikan souvenir,” lanjut Puspita.

Dalam proses pengembangan aplikasi ini pun, Puspita dan tim USI juga melakukan konsultasi intens dengan pihak KBRI Bern.

“Ide untuk digitalisasi batik ini dapat sejalan dengan peningkatan jumlah wisatawan yang akan datang ke Indonesia untuk membeli dan menggunakan batik,” ujar Duta Besar Indonesia untuk Swiss, Muliaman D. Hadad. Oleh karena itu, materi tentang pariwisata Indonesia pun dimasukkan di dalam aplikasi tersebut.(*)

BERITA REKOMENDASI