Masih Banyak Kendala, Pelaksanaan Pembelajaran Daring Perlu Dievaluasi

YOGYA, KRJOGJA.com – ‎Meski pembelajaran dengan model daring (online) sudah dilakukan sejak bulan Maret, namun dalam pelaksanaan di lapangan masih ditemukan adanya kendala atau persoalan. Kondisi itu perlu dijadikan bahan evaluasi bersama, supaya dalam tahun ajaran baru mendatang pelaksanaan pembelajaran daring bisa lebih baik. Walaupun dalam realitanya untuk mewujudkan hal itu tidak mudah, karena bagaimanapun juga pembelajaran dengan model tatap muka tidak bisa dipungkiri jauh lebih efektif.

“‎Pengalaman pembelajaran daring selama masa pademi Covid-19, selain kurang memuaskan juga mengalami sejumlah kendala. Kondisi tersebut perlu dijadikan bahan evaluasi bersama agar ke depan pelaksanaan pembelajaran daring bisa menjadi lebih baik,” kata pengamat pendidikan sekaligus Pengawas Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) IKIP PGRI Wates,‎Ahmad Zainal Fanani SPd MA di Yogyakarta, Sabtu (11/7/2020).

Ahmad Zainal Fanani mengungkapkan, ‎adanya sejumlah kendala dan beberapa pengalaman di atas menjadi fokus perhatian dari Kemendikbud. Oleh karena itu pada tahun ajaran baru 2020/2021 pemerintah telah membuatkan Surat Edaran (SE) Mendikbud No 15 tahun 2020 . tentang Belajar Dari Rumah (BDR) yang bisa dilaksanakan dengan model Daring ( atau luar jaringan(Luring). Bahkan tidak hanya itu untuk meningkatkan layanan dan kompetensi guru juga sudah dipersiapkan workshop atau pelatihan bagi. Khususnya workshop penggunaan media seperti zoom, google classroom, google meeting, penggunaan bandicam, Power Point serta beberapa lainnya.

BERITA REKOMENDASI