Materi Pelajaran Khilafah Dipindah dari Fiqih ke Sejarah, Menag Sebut Paling Fair

BANTUL, KRJOGJA.com – Menteri Agama (Menag) Jendral Purn Fachrul Razi memastikan materi pelajaran Khilafah dan Jihad di Madrasah tak lagi akan berada dalam tataran fiqih. Materi tersebut hanya akan dipelajari siswa sebagai sejarah dalam Islam, bukan menjadi bidang ilmu dalam syariat Islam yang secara khusus membahas persoalan hukum yang mengatur berbagai aspek kehidupan manusia. 

Baca Juga: DPR RI Bereaksi Karena Konten Jihad dan Khilafah di Madrasah Dihapus

Kepada wartawan di Yogyakarta, Kamis (12/12/2019), Menag mengungkap materi Khilafah dan Jihad yang selama ini masuk dalam kajian fiqih akan dipindahkan. Paling tepat menurut Fachrul materi tersebut menjadi bagian dalam pelajaran sejarah agama Islam. 

“Khilafah dan Jihad itu dipindahkan dari fiqih, dipindahkan ke sejarah Islam, itu paling fair. Dimasukkan dalam pelajaran sejarah Islam bukan ke fiqih,” ungkap Menag pada wartawan di Pondok Pesantren Al Munnawir, Kamis (12/12/2019). 

Baca Juga: Ini 4 Langkah yang Diambil Nadiem Makarim untuk Mengganti Ujian Nasional

Sebelumnya, Menag menyampaikan materi tersebut tak akan dihilangkan dan tetap dipelajari namun sebagai bagian dari sejarah Islam. Hal tersebut menurut Menag dilakukan untuk meminimalisir kesalahpahaman murid memaknai khilafah. 

“Khilafah akan tetap dipelajari, bukan seolah dari aspek fiqih namun dari sejarah Islam saja,” pungkas dia. 

Beberapa waktu terakhir beredar penarikan materi khilafah dan jihad di lingkup madrasah oleh Kementerian Agama. Hal tersebut tertuang dalam surat edaran yang ditandatangani oleh Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Ahmad Umar dan sempat viral di media sosial. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI