Melalui Zonasi, Nama Calon Siswa Sudah ada di Sekolah

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy berharap
L tahun depan siswa tak perlu mendaftar ke sekolah.

Mendikbud di Jakarta Senin (10/12 2018) menjelaskan dengan penerapan sistem zonasi tahun depan siswa sudah tidak perlu lagi mendaftar ke sekolah karena namanya sudah terdaftar di sekolah dekat rumah mereka.

"Kami menargetkan pada tahun depan, siswa tidak perlu lagi mendaftar. Tapi namanya sudah terdaftar di sekolah yang ada di dekat rumahnya. Mudah sekali sebenarnya, jika zonasi ini diterapkan karena siapa yang masuk SMP tahun depan adalah anak yang duduk di kelas enam sekarang ini," katanya .
 
Menurut Mendikbud sistem zonasi merupakan puncak dari restorasi pendidikan yang dijalankan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penerapan sistem tersebut membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah, utamanya yang berkenaan dengan penyediaan data kependudukan untuk pendataan peserta program Kartu Indonesia Pintar (KIP).
"Zonasi ini mengutamakan kedekatan jarak domisili peserta didik dengan sekolah," jelas dia.
 
Sistem zonasi tidak hanya mendekatkan lingkungan sekolah dengan peserta didik, namun juga mencegah penumpukan guru berkualitas di suatu sekolah, menghilangkan ekslusivitas, dan mengintegrasikan pendidikan formal dan nonformal.
 
"Ke depan, pemerintah akan menggunakan data dalam sistem zonasi sebagai dasar dalam pemberian berbagai bantuan, juga mengalokasikan anggaran untuk kesejahteraan guru, dan peningkatan pelatihan guru."
 
Berkenaan dengan penerapan sistem tersebut, Mendikbud mengatakan saat ini sudah ada sekitar 2.570 zonasi dan berharap selanjutnya bisa meningkat menjadi 5.000 zonasi.
 
Mengenai  persoalan guru honorer tidak lepas dari moratorium pengangkatan PNS guru yang terjadi selama bertahun-tahun.  Akibat moratorium tersebut terjadi kekurangan tenaga dalam jumlah yang cukup besar sehingga muncullah guru honorer sebagai solusi mengatasi kekurangan guru di sekolah.
 
Karena itu ke depan Mendikbud meminta agar setiap tahun ada formasi untuk pengangkatan guru PNS.
 
“Formasi ini penting setidaknya untuk menambal guru-guru yang memasuki masa pensiun, meninggal atau pindah tugas dan berhenti,” kata Mendikbud .
 
Tahun 2018 misalnya, ada 42 ribu guru yang pensiun, meninggal atau pindah tugas. Lalu pada 2019 diprediksi akan ada 52 ribu guru memasuki masa pensiun.
 
“Jadi kita sudah punya proyeksi sampai 10 tahun ke depan. Ini bisa digunakan sebagai dasar untuk memetakan kebutuhan guru dan merencanakan pengangkatan guru,” lanjut Mendikbud.
 
Data pokok pendidikan mencatat terdapat 1.174.377 guru PNS yang bersertifikat, 308.888 guru PNS tetapi belum bersertifikat, 217.778 guru honrer bersertifikat serta 1,3 juta guru honorer belum bersertifikat.(ati)

BERITA REKOMENDASI