Melatih Motorik Anak dengan Push Bike, Lihat Hasilnya

CAR FREE DAY yang digelar di Jalan Margautama, Minggu (07/04/2019) kali ini ternyata juga dimeriahkan kegiatan anak – anak balita yang balapan menggunakan Push Bike.

Hamam Tejo Tioso bocah berusia 4 tahun 2 bulan, mendapat juara pertama dalam ajang lomba untuk kelas kelahiran 2015. Meskipun diketahui menggunakan sepeda yang paling murah, kecepatan ayunan kakinya yang begitu cepat membuat dirinya mampu mengalahkan para peserta lain.

Komunitas Keluarga Besar Push Bike Yogyakarta (KPBY) Taufik Ibnu Wafa menjelaskan bahwa Push Bike adalah sepeda namun tanpa pedal. Alat ini memang didesain untuk balita berusia dua hingga lima tahun guna belajar mengendarai sebelum sepeda yang berpedal. 

Taufik menjelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan di area Car Free Day ini tidak hanya untuk anak – anak yang seolah – olah sedang balapan dengan serkuit buatan dan atribut lengkap seperti pembalap, namun juga menjadikan ajang sosialisasi tentang alat Push Bike sebelum anak memakai sepeda berpedal kepada masyarakat Yogya khususnya para orang tua. 

"Untuk melatih motorik anak kesembimbangan anak umur dua tahun dikasih sepeda ini nanti dia bisa seimbang sendiri. Sehingga tidak membutuhkan roda bantuan lagi," katanya.

Menurutnya, di Yogya sendiri mulai tren sepeda push bike sejak 2014-2015 namun mulai banyak diminati dan ramai pada tahun 2017 hinga saat ini. 

Salah satunya Hamam, anak usia dini yang sudah dilatih sejak usianya 2 tahun hingga saat ini terus membuahkan hasil. Bagaimana tidak, kiranya sudah 5 kali mengikuti lomba, anak yang memiliki tubuh minggil ini selalu mendapat juara saat mengikuti lomba. 

"Dilatih dari umur dua tahun, ikut pertama juara satu ikut kedua juara dua, selanjutnya juara satu satu," tutur Aji, ayah dari Hamam.

Biarpun pada saat berlomba, sepeda hamam tampak jelek sendiri dan paling murah, menurut sang ayah tidak tetap optimis, yang penting mental si anak sudah terbangun. Tips supaya anak seperti ini diatur oleh pola hidupnya seperti bangun pagi, sarapan pagi serta harus tidur siang.

"Kanapa hamam begitu cepat, karena medan yang di Gunung Kidul itu pake tanah jadi pas dijalan kaya gini lebih kencang," pungkasnya. (Ive)

BERITA REKOMENDASI