Membuka Wawasan, Siswa Sekolah Dikenalkan Pada Pasar Tradisional

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Berbagai upaya dilakukan Pemkab Sukoharjo untuk meramaikan pasar tradisional. Salah satunya seperti dilakukan pengelola Pasar Kepuh, Nguter dengan gencar melakukan promosi, membuka kuliner malam hari termasuk mendatangkan siswa sekolah untuk berkunjung. Langkah tersebut disambut gembira pedagang dan berharap barang dagangan mereka laris dibeli pengunjung pasar.

Lurah Pasar Kepuh, Nguter Widadi Nugroho, Jumat (15/2/2019) mengatakan, setelah Pasar Kepuh ditempati pedagang beberapa waktu lalu pengelola pasar langsung bergerak melakukan berbagai upaya agar bisa ramai pengunjung dan pembeli. Usaha diawali dengan menggelar senam bersama dan cek kesehatan gratis pada masyarakat. Selain itu juga membuka kuliner malam hari untuk mengisi kekosongan waktu mengingat pedagang yang biasa berjualan baik di kios dan los hanya membuka usaha pada pagi hari saja.

Terobosan juga dilakukan dengan mendatangkan siswa sekolah datang berkunjung ke Pasar Kepuh, Nguter. Seperti dilakukan RA/BA/TA Aisyiyah Ngambil-Ambil, Kecamatan Nguter. Pihak sekolah membawa serta siswa dan guru untuk melihat dan berbelanja di pasar tradisional kebanggan warga Desa Kepuh, Kecamatan Nguter.

Kedatangan para siswa dan guru ke Pasar Kepuh, Nguter tersebut sangat positif. Disatu sisi bisa untuk mengkampanyekan pasar tradisional pada masyarakat, disisi lain sebagai media pembelajaran pada siswa. Bahkan, saat berkunjung siswa dapat melakukan praktek secara langsung.

"Sangat bagus dan positif agar anak-anak tidak hanya kenal mal saja, tapi juga tahu tentang pasar tradisional. Pengenalan sejak dini diharapkan juga membuat anak tidak malu untuk berbelanja di pasar tradisional saat besar nanti," ujarnya.

Jumlah siswa yang melakukan outing class ke Pasar Kepuh, Nguter ada sekitar 150 siswa beserta guru pendamping. Widadi Nugroho mengaku langsung memandu para siswa berkeliling Pasar Kepuh yang baru saja selesai dibangun akhir tahun 2018 lalu. Siswa diberi penjelasan jika dalam bertransaksi harga di pasar tradisional bisa ditawar karena bukan harga pas seperti harga di mal.

"Para pedagang sendiri juga sangat senang dengan kehadiran siswa karena membuat pasar menjadi ramai. Kedepan banyak warga datang untuk berbelanja," lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI