Memprihatinkan, Sebanyak 2,9 Juta Penduduk Indonesia Buta Aksara

JAKARTA, KRJOGJA.com – Sebanyak 2.9 juta penduduk Indonesia masih buta aksara. 10 propinsi dengan persentase buta aksara di atas angka nasional. Ke-10 propinsi tersebut berturut-turut adalah Papua 22 persen, NTB 7,5 persen, Sulbar 4,4 persen, NTT 4,24 persen, Sulsel 4,11 persen, Kalbar 3,54 persen, Jatim 3,21 persen, Sultra 2,47 persen, Jateng 2,03 persen, dan Papua Barat 1,77 persen. Demikian Dirjen PAUDDikdasmen Kemendikbudristek Jumeri dalam keterangan pers terkait Hari Aksara Internasional (HAI) 2021, Sabtu (4/9/2021).

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus melakukan berbagai upaya untuk menyisir sisa-sisa penduduk penyandang buta aksara. Penyisiran penduduk buta aksara ini menjadi pekerjaan yang tidak ringan mengingat sebagian besar merupakan warga senior dengan usia di atas 50 tahun.

“Mengajari baca tulis untuk warga senior tentu bukan hal yang mudah. Ini menjadi tantangan kita dalam pemberantasan buta aksara,” kata Jumeri.

Data tahun 2020 menyebutkan masih terdapat 2,91 juta penduduk Indonesia yang menyandang buta aksara. Data tersebut turun sedikit dibanding tahun 2019 yang mencatat angka 3,081 juta.

“Secara nasional, angka buta aksara di Indonesia saat ini 1,7 persen. Tetapi pencapaian ini tentu tidak merata,” lanjut Jumeri.

BERITA REKOMENDASI