Mencari Solusi Terbaik Mendidik Siswa Masa Pandemi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pembelajaran secara daring yang mewarani dunia pendidikan tanah air pada masa pandemi ini menyisakan banyak kegelisahan masyarakat. Kalangan masyarakat menilai pendidikan jarak jauh (PJJ) tidak efektif bagi siswa, namun tak sedikit pula yang mendukung metode tersebut untuk meminimalisir penularan Covid-19 bagi para pelajar.

Penggiat literasi dan pendidikan, Elly Tumiwa H SST Par mengatakan model pendidikan jarak jauh ini belum sepenuhnya bisa dinikmati pelajar. Pasalnya tak semua orangtua bisa menyediakan ponsel untuk adaknya dalam menunjang tugas-tugas daring, selain itu sulitnya jaringan internet di berbagai daerah juga menjadi kesenjangan tersendiri.

“Harus diakui bersama, ada banyak persoalan muncul di masyarakat terkait pelaksanaan proses belajar mengajar secara daring di tengah pandemi Covid-19 ini,” jelasnya kepada KRJOGJA.com, Rabu (29/07/2020).

Elly yang juga CEO Markom DKG Grup, perusahaan yang mengelola sejumlah museum modern di Indonesia seperti History of Java (HoJ) di Yogya itu menuturkan, memahami karakter psikologis siswa dan pendidiknya agar pola pengajaran jarak jauh yang diberikan dapat tepat guna harus dikedepankan. Permasalahan ini harus dicarikan solusi agar siswa maupun para pendidik dapat nyaman dalam melaksanakan proses belajar mengajar.

Tak hanya itu, pertanyaan yang juga kerap muncul bagaimana pula seorang pendidik harus sigap dan kreatif dalam membuat sebuah virtual classrom yang menarik agar siswa tetap terfokus dan tidak bosan. Selain itu bagaimana pula setiap guru harus tetap semangat menghidupkan kembali nilai luhur Ki Hajar Dewantara untuk berkontribusi di tataran global di era jaman now.

“Kita juga dihadapkan pada persoalan seperti bagaimana praktek cara membuat video pembelajaran singkat yang menarik dengan smartphone untuk siswa. Atau bagaimana praktek cara membuat virtual classroom menjadi hidup dan menarik untuk para pendidik di semua mata pelajaran dengan berbagai contohnya. Seperti kuis, games, teka-teki silang, virtual tour dan lain sebagainya,” kata dia.

Elly pun merujuk sejumlah riset Seperti temuan sumber SDGS 2020 bahwa akibat bencana dunia tersebut penutupan sekolah menghambat akses pendidikan, sehingga sebanyak kurang lebih 1.5 milyar siswa tidak ke sekolah dan kurang lebih hampir 500 juta siswa tidak bisa mengikuti PJJ.

Sumber Statistik Potensi Desa Indonesia 2018 (BPS) mencatat sebanyak 13.720 desa (16.3%) di Indonesia yang masih tidak ada sinyal internet atau sinyal telpon seluler. Beberapa persen desa yang lain masih belum penuh sinyal 3G nya.

BERITA REKOMENDASI