Menciptakan Lingkungan Sehat dengan Pengolah Sampah Secara Baik

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang lingkungan dan keterampilan mengelola sampah agar tercipta lingkungan yang sehat, Tim Program Pengabdian Masyarakat (PPM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta memberikan pelatihan literasi lingkungan kepada aktivis organisasi Nasyiatul Aisyiyah (NA) Pimpinan Cabang (PC) Gamping Sleman. Kegiatan yang menerjunkan tiga dosen dibantu empat mahasiswa dari Prodi Pendidikan Fisika, Pendidikan Biologi dan Ilmu Hukum UAD ini diikuti oleh 25 peserta secara online.

Ketua Tim PPM UAD Ariati Dina Puspitasari SSi MPd menyampaikan pelatihan berlangsung sebanyak 8 kali pertemuan yang dilaksanakan sejak Juni sampai Agustus 2020. Selain pemateri dari dosen UAD, menghadirkan juga dari Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah Dr Gatot Supangkat dan dari Komunitas Sedekah Sampah Kampung Brajan Ananto Isworo.

“Pelaksanaan PPM ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam melakukan kampanye lingkungan melalui media sosial,” ujar Ariati Dina di Kampus 4 UAD, Selasa (17/11/2020).

Ariati Dina menilai permasalahan lingkungan perlu menjadi perhatian serius dan dilakukan upaya-upaya pencegahan. Sayangnya, literasi terhadap lingkungan belum menjadi habit bagi sebagian warga negara terlebih edukasi tentang global warming atau efek rumah kaca. “Biasanya berhenti saat berada di bangku sekolah. Maka, kami menginisiasi pelatihan ini,” ungkap Ariati Dina.

Sementara itu, Ketua NA PC Gamping Galuh KD Megawati sangat senang dan mendukung kegiatan pengabdian masyarakat tentang Pelatihan Literasi Lingkungan ini. Apalagi organisasi tersebut memiliki pilar Keluarga Muda Tangguh Nasyiatul Aisyiyah yang salah satunya adalah pilar keluarga ramah lingkungan.

“Literasi lingkungan ini bermanfaat sekali dalam menentukan langkah dan kontribusi Nasyiatul Aisyiyah untuk menjaga bumi. Seperti yang telah dicantumkan dalam Al-Qur’an surat Al-Isro’ ayat 36. Manusia akan dimintai pertanggungjawaban mengenai bagaimana ia menggunakan pendengaran, penglihatan, dan hatinya. Apabila dia menggunakan dalam perkara yang baik maka akan memperoleh pahala, dan jika ia pergunakan dalam hal buruk, maka akan memperoleh hukuman,” terang Galuh Megawati. (*)

BERITA REKOMENDASI