Mendikbud Akan Klarifikasi Full Day School

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyatakan akan mengklarifikasi mengenai pelaksanaan full day school atau pemadatan jam belajar menjadi minimal delapan jam per hari.

Muhadjir berpendapat, penjelasan mendetail perlu ia sampaikan sebab muncul anggapan kebijakan ini akan mematikan kegiatan belajar mengajar tambahan seperti Madrasah Diniyah dan pondok pesantren.

"Nanti kami klarifikasi. Sabar dulu. Tahun ajaran baru kan masih cukup lama," ujar Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (14/06/2017).

Kebijakan ini telah disampaikan langsung kepada Presiden Joko Widodo tadi. Ia menyatakan, jajarannya akan membenahi kebijakan yang dibuat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini menegaskan, kebijakan memadatkan jam belajar di hari biasa dan meliburkan kegiatan belajar mengajar pada Sabtu berdasarkan perhitungan beban kerja guru 40 jam per minggu.

Meski demikian, Muhadjir akan membenahi kebijakan itu. Ia menyatakan telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama untuk menyusun petunjuk teknis. (*)

BERITA REKOMENDASI