Mendikbud Harus Duduk Bersama Muhammadiyah, NU dan PGRI

JAKARTA, KRJOGJA.com – Direktur Visi Indonesia Strategis Abdul Hamid menyatakan, Program Organisasi Penggerak (POP) yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak akan menjadi polemik jika Mendikbud Nadiem Makarim memahami akar persoalan pendidikan di Indonesia.

“Mas menteri (Mendikbud Nadiem) hanya bisa memotret masalah pendidikan pada satu sisi dan itu permukaan, tanpa mencoba memperdalam akar persoalan,” kata Abdul Hamid, Minggu (2/8/2020).

Abdul Hamid menyatakan, seharusnya Mendikbud duduk bersama atau mendatangi organisasi-organisasi yang sudah puluhan tahun bahkan sebelum Indonesia merdeka, Muhammadiyah dan NU juga PGRI untuk membahas masalah ini.

“Memilih Tanoto dan Sampoerna Fondation sebagai bagian dari penerima program adalah contoh gagal paham Mendikbud,” ujarnya.

Untuk itu, menurutnya, polemik Program Organisasi Penggerak hanya bagian dari bingkai kecil bahwa Nadiem Makarim tak mengerti akar persoalan pendidikan lantaran hanya melihat persoalan hanya dipermukaan saja.

“Contoh lainnya adalah kebijakan program belajar daring yang tanpa melihat kesiapan dan kemampuan sekolah, peserta didik dan orang tua yang berbeda-beda ditiap daerah,” ujarnya.(*)

BERITA REKOMENDASI