Mendikbud Minta KemenPU-PR Bangun Sekolah Di Aceh

PIDIE JAYA (KRjogja.com) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy kembali mengunjungi Pidie Jaya, Aceh untuk memastikan percepatan revitalisasi sekolah pasca gempa beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan itu, ia mengunjungi dan berbicara dengan siswa SDN Jiem Jiem, SMPN 3 Bandar Baru, TK Al Hidayah, SDN Jalan Rata, SMK Kesehatan Putra Nanggroe dan SMAN 1 Trienggadeng.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu disambut gembira oleh guru dan siswa di sekolah-sekolah tersebut walaupun mereka harus melaksanakan proses belajar mengajar di tenda-tenda darurat karena ruang-ruang kelas sementara masih dalam proses pembangunan oleh Kemen-PUPR.

"Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada guru dan siswa yang dengan semangat tinggi kembali ke sekolah walau dengan berbagai keterbatasan," ujar Muhadjir dalam siaran pers yang diterima Okezone, Senin (2/1/2017).

"Siswa-siswa tetap gembira walau belajar di bawah tenda, guru-guru juga tetap semangat untuk mengajar," ungkap Kepala Sekolah SDN Jalan Rata Hamdiah saat berdialog dengan Mendikbud di lokasi.

Muhadjir menyampaikan bahwa pembangunan ruang kelas darurat dan gedung permanen menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR dengan anggaran dari BNPB, sementara Kemdikbud bertanggung jawab untuk menyediakan mebeler dan peralatan pembelajaran.

"Saya mengharapkan Kemen-PUPR segera menuntaskan pembangunan ruang kelas sementara dan memulai pembangunan gedung sekolah permanen, sehingga Kemdikbud dapat memenuhi kewajibannya menyediakan mebeler dan alat pembelajaran yang dibutuhkan ruang-ruang kelas nanti. Gedung sekolah yang baru nanti harus lebih baik dari yang lama," ungkapnya.

Harapan senada diutarakan Kepala Sekolah SMPN 3 Bandarbaru Rusli. Ia juga mengharapkan dapat segera pindah dari tenda ke gedung yang layak.

Sementara Mendikbud juga mengharapkan agar bagi sekolah-sekolah yang rusak ringan agar betul-betul mengajak siswanya kembali ke sekolah. "Karena itu trauma healing dan bimbingan psikososial penting dan akan terus dilakukan oleh Kemdikbud," ujarnya.

Kemdikbud juga akan melatih guru-guru dengan trauma healing selain juga menyediakan school kits dan alat pembelajaran walaupun proses belajar mengajar masih harus dilakukan di bawah tenda untuk sekolah-sekolah yang rusak berat. (*)

BERITA REKOMENDASI