Menristekdikti Harap Lulusan PT Tak ‘Gaptek’

JEMBER, KRJOGJA.com – Dibutuhkan lulusan perikanan dan kesehatan sehingga terbuka kesempatan bagi perguruan tinggi negri dan swasta yang belum memiliki jurusan ini  untuk membuka program studi perikanan dan kesehatan ini. Contohnya di Jember, Jawa Timur. Prodi perikanan diharapkan mampu mendongkrak potensi sumber daya manusia (SDM), khususnya santri.

"Tadi tanya ke pak Kyai, anak-anak pesantren di sini potensinya apa? Ternyata ke arah perikanan. Tapi kan di Jember belum ada prodi itu, jadi nanti kita akan buka," kata Nasir ketika bersilaturahmi ke Pesantren Assunniyyah Kencong, Jember, Jawa Timur, Sabtu (31/3) malam.

Rencana pembukaan prodi perikanan di Jember, lanjut Nasir, Kemenristekdikti akan bekerja sama dengan salah satu universitas di Jember. Seperti Universitas Negeri Jember, Universitas Islam Jember atau universitas lainnya. "Nanti kami akan bekerja sama dengan salahsatu universitas, tapi nanti kita lihat universitas mana yang memungkinkan," jelas Nasir.

Kepada para santri dituntut mampu menghadapi era revolusi industri 4.0 maupun disrupsi. Karena itu, selain ahli dalam ilmu agama, santri juga diharapkan unggul dalam ilmu sains, teknologi sehingga tidak gagap teknologi. 

"Santri pun diminta terus proaktif dan inovatif merespon perkembangan zaman.Persaingan global semakin ketat di tengah derasnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era Revolusi Industri 4.0. Semua negara berlomba-lomba untuk melahirkan invensi dan inovasi dengan memperkuat riset dan mutu pendidikan tinggi," ungkap Menteri Nasir dalam rangka Dies Natalis Universitas Islam Jember, Minggu (01/04/2018).

Menristekdikti menjelaskan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan daya saing tinggi menjadi kunci untuk memenangkan kompetisi di era Revolusi Industri 4.0 ini.semua pihak harus menyikapi tantangan Revolusi 4.0 ini dengan cepat dan tepat, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, dunia industri dan masyarakat.

"Menyediakan sumber daya manusia yang unggul adalah hal terpenting dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0, mutu pendidikan tinggi juga harus terus ditingkatkan,” tutur Menristekdikti.

Menteri Nasir menambahkan tantangan sebuah negara untuk menjadi negara yang maju sudah bergeser, tidak lagi di ukur dari jumlah sumber daya alam yang dimiliki namun dari seberapa banyak jumlah inovasi yang mampu dihasilkan yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi negara. Untuk menghasilkan inovasi dibutuhkan kualitas peneliti yang mumpuni, baik di perguruan tinggi maupun di lembaga penelitian lainnya.

“ Untuk meningkatkan kualitas SDM di perguruan tinggi, Kemenristekdikti telah menyiapkan beasiswa S2 dan S3 baik di dalam maupun di luar negeri. Dosen Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta dapat mendaftar beasiswa ini. Kemenristekdikti juga menyiapkan berbagai program untuk meningkatkan kompetensi peneliti di berbagai lembaga penelitian,” tutur Nasir. (Ati)

 

BERITA REKOMENDASI