Meski Sederhana, Hasilkan Teknologi Ramah Lingkungan

YOGYA (KRjogja.com) – Selalu mendapat nilai bagus dalam praktik, namun jeblok saat pelajaran teori. Inilah yang mendasari Pipit Wijayanti memutar otak hingga kemudian menemukan metode tepat dan mudah belajar fisika. Pasalnya, mata pelajaran tersebut biasanya menjadi momok bagi siswa di tataran menengah atas.

Penemuan yang dinamakan 'Penerapan Metode Cakram Termodifikasi untuk Meningkatkan Ketrampilan Proses dan Pendidikan Karakter Peserta Didik Mata Pelajaran Fisika Kelas X SMK Perkebunan Yogyakarta ini' berhasil menjadi Juara III kategori Masyarakat Umum Individu 2016. Karya Pipit menjadi satu dari 18 karya inovasi teknologi yang dihadirkan dalam Pameran Pembangunan DIY 2016 melalui stan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) Biro Admistrasi Pembangunan Setda DIY.

Ditambahkan Pipit, metode tersebut sudah mulai dikembangkan sejak 2013. Dengan metode ini, siswa dapat menyerap 6 bab sekaligus dalam sekali pertemuan. Padahal secara normal, satu bab belum tentu selesai sekali pertemuan.  

"Sebab siswa diajak untuk berpikir kreatif, mandiri dan melatih komunikasi antar sesama. Melalui metode ini, ketika satu siswa bisa menguasai, hampir dipastikan siswa lainnya ikut memahami karena terjadi proses komunikasi," ucapnya.

Sedang karya penemuan lain, oleh Gani Ardhitya dan Anastasia Anisa Permatasari dari Universitas Atmajaya berupa 'Perangkat Nyamuk Alami' memiliki dasar bahwa Indonesia yang beriklim tropis berpotensi untuk tumbuh kembang nyamuk dari beragam spesies. Sebab itulah salah satu cara dalam pemberantasan nyamuk alami dengan menggunakan perangkap botol air galon.   

Perangkap ini tidak menggunakan bahan kimia, melainkan sebagai pemancing nyamuk masuk. Selain itu juga memanfaatkan beberapa jenis barang bekas untuk menyempurnakan karya penemuan ini. (M-5)

 

BERITA REKOMENDASI