Mulai Dikembangkan Kurikulum Berbasis Outcome

YOGYA, KRJOGJA.com – Pendidikan di Indonesia terus berkembang, termasuk metode pembelajaran dan kurikulumnya. Saat ini mulai dikenal dan dikembangkan konsep pendidikan/kurikulum berbasis outcome, yaitu kurikulum disusun dengan mengacu tujuan program dan outcome lulusan (pengetahuan, skill, sikap dan perilaku) yang ingin dicapai.

Guru Besar di Departemen Sosiologi/Antropologi, Warren Wilson College USA, Prof Dr Siti Kusujiarti MA mengatakan, pendidikan/kurikulum berbasis outcome telah lama diterapkan di Amerika Serikat termasuk di Warren Wilson College. Menurutnya, sebuah pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan akademis semata bagi peserta, tetapi juga keterampilan (softskill) untuk merumuskan masalah dan mencari solusi dari sebuah masalah yang muncul dalam komunitas maupun individu. 

"Outcome yang diharapkan dari sebuah pendidikan adalah pengetahuan diri, pemahaman terhadap isu-isu yang kompleks dan mampu berkolaborasi dalam komunitas," terang Siti dalam internastional workshop bertema 'Outcomes Based Curriculum' di Executive Room, Lantai II Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta, Senin (29/7/2019). Workshop diadakan Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UJB dihadiri, dosen, mahasiswa, alumni dan yayasan. 

Menurut Siti, setiap siswa atau mahasiswa (semua disiplin ilmu) harus mendapatkan mata kuliah umum untuk pengembangan diri, seperti pengetahuan tentang budaya, ilmu pengetahuan alam dan sosial dan lainnya. Selain itu para mahasiswa dilatih bekerja meskipun hanya di kampus, misalnya ikut proyek penelitian dosen. Tujuannya untuk menumbuhkan kesadaran diri, kemampuan memecahkan masalah, ketrampilan berkomunikasi, berkolaborasi dan kerja tim serta menumbuhkan integritas.

Proses pembelajaran saat di kelas, menurut Siti dilakukan dengan cara menulis, presentasi lisan, diskusi dan mendengarkan aktif. Ini untuk menumbuhkan ketrampilan menganalisis dan berpikir kritis. Sedangkan keterlibatan di komunitas bertujuan untuk mengenali kemampuan diri, mampu berkolaborasi dan berkomunikasi dengan anggota lain. "Tujuan pendidikan itu membekali peserta didik ketrampilan menjalin komunikasi yang baik, berkolaborasi dan bekerja dalam sebuah tim serta membentuk orang yang berintegitas," katanya.

Rektor UJB Dr Edy Sriyono mengatakan, perkembangan teknologi yang sangat cepat menyebabkan adanya kesenjangan antara luaran/hasil dari pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja. Oleh karenanya proses pendidikan atau kurikulum di perguruan tinggi harus mengacu pada outcome lulusan yang ingin dicapai. "Kurikulum berbasis outcome harus mulai diterapkan untuk menjawab tantangan Abad 21," katanya. (Dev)

BERITA REKOMENDASI