Murid SD Muh Kadisoka-Bayen ‘Belajar’ Membuat Roti di Manna Bakery

SLEMAN, KRJOGJA.com – Murid kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Kadisoka bersama Muhammadiyah Bayen mengadakan fieldtrip di Manna Bakery dan Gembira Loka Zoo baru-baru ini dalam rangka pembelajaran di luar sekolah.

"Kegiatan ini rutin diselenggarakan setiap tahun guna menambah wawasan para siswa/siswi. Setiap tahun, lokasi yang dikunjungi selalu berbeda sehingga menarik perhatian dan membuat penasaran para siswa," kata Kepala SD Muhammadiyah Kadisoka Mustamin Amir. M.Pd melalui keterangan persnya belum lama ini.

BACA JUGA :

Aneka Lomba Ramaikan HUT RI di SD Muh Bayen

SD Muh Kadisoka dan Bayen Ikuti Ceria Pandu Atfhal

Menurut Mustamin Amir. MPd  fieldtrip merupakan pembelajaran sambil bermain di luar sekolah sehingga para murid mendapatkan pengalaman baru. Selain itu, mampu mengenal dunia pendidikan lebih luas dan tidak hanya terbatas pada pelajaran di sekolah.

"Kami berterima kasih kepada banyak pihak yang telah membantu terselenggaranya fieldtrip ini. Kami senang melihat ekspresi ceria anak-anak saat berkunjung di Manna Bakery dan Gembira Loka Zoo. Anak-anak tetap belajar dalam suasana yang gembira," katanya.

Mustamin Amir. MPd menjelaskan kegiatan yang dilaksanakan di Manna Bakery (PT Mirota) adalah membuat toping donat sampai melihat proses pembuatan roti dan es krim. Sedangkan di Bonbin Gembira Loka para siswa diajak membuat ketrampilan gantungan kunci dan melakukan pengamatan satwa.  "Kami berharap kegiatan seperti ini berkelanjutan dan selalu mendapat dukungan dari berbagai pihak," tandasnya.

Kunjungan ke Amikom

Kepala Sekolah Muhammadiyah Bayen Surat Widodo (paling kiri) mendampingi siswi memberikan cinderamata saat mengunjungi Amikom (Istimewa)

Sementara itu, murid kelas 1-6 SD Muhammadiyah Bayen mengunjungi Universitas Amikom, belum lama ini guna mengenalkan sejarah melalui film berjudul 'Battle Of Surabaya'. Selain menonton di Cinema Amikom, para siswa mengunjungi Studio RBTV untuk memperkenalkan dunia 'broadcasting' dan teknologi terkini.

Melalui pemutaran film, para siswa lebih memahami peristiwa sejarah. Para murid juga bisa mendapatkan wawasan baru mengenai dunia teknologi informasi maupun animasi sehingga bisa memancing rasa ingin tahu sekaligus menarik minat para siswa.

"Sejarah tidak hanya diceritakan lewat lisan atau tulisan. Tetapi bisa juga melalui film kartun masa kini. Anak-anak lebih gampang memahami makna sejarah yang diceritakan pada film," kata Kepala SD Muhammadiyah Bayen Surat Widodo. (*)

BERITA REKOMENDASI