Nadiem Diminta Ganti UN dengan Asesmen Berkala

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim untuk mengganti sistem Ujian Nasional (UN) dengan mekanisme asesmen kompetensi secara berkala.

Asesmen berkala itu turut memiliki fungsi untuk mengetahui pemetaan kemampuan para peserta didik seluruh Indonesia. "Perlu diadakan asesmen kompetensi siswa Indonesia secara berkala secara nasional. Hal ini bisa diadakan setahun sekali, atau sesuai yang dianggap perlu," kata Hetifah.

Menurutnya, sistem UN yang selama ini diterapkan dalam sistem pendidikan Indonesia justru membuat sekolah berkompetisi satu sama lain mementingkan nilai terbaik ketimbang peningkatan kualitas.

Dia menilai pelaksanaan UN berdampak buruk bagi para peserta didik. Tekanan psikologis peserta maupun perilaku curang melalui jual beli soal UN menjadi ekses negatif pelaksanaan UN belakangan ini.

Hal itu lantas berbanding terbalik bila UN diganti melalui mekanisme asesmen kompetensi siswa. Ia menyatakan mekanisme itu akan mengubah pola pikir sistem pendidikan melalui peningkatan kompetensi siswa.

"Diharapkan mindset seperti ini tidak akan ada lagi. Sekolah dan daerah diharapkan dapat berusaha sejujur-jujurnya dalam pelaksanaan asesmen ini, karena justru sekolah dan daerah yang performa siswanya dianggap lebih buruk, akan mendapat bantuan program lebih banyak," kata Hetifah. (*)

BERITA REKOMENDASI