New Normal Pendidikan Libatkan Tiga Elemen, Tak Kurangi Kemampuan Akademik

Haryadi tidak menampik, banyak siswa yang merindukan untuk bisa belajar tatap muka. Akan tetapi pada fase ‘new normal’ tahun ajaran baru tidak lagi identik dengan pembelajaran tatap muka. Meski demikian Pemkot juga telah menyiapkan metode pembelajaran tatap muka namun dengan sistem yang berbeda dengan sebelumnya.
“Salah satunya nanti di sekolah akan ditemukan banyak wastafel. Kami sudah sediakan 1.130 wastafel untuk TK, SD dan SMP. Ini bagian dari upaya kita di tengah pandemi,” urainya.

Oleh karena itu sekolah diimbau membiasakan metode pembelajaran baru yakni berbasis virtual. Apalagi melalui aplikasi Unison.id ‘triangle’ pendidikan sudah terintegrasi. Bahkan guru bisa berinteraksi dengan guru yang lain. Begitu pula siswa berinteraksi dengan siswa lain dan orangtua berinteraksi dengan orangtua lainnya. Sehingga orangtua bisa dengan mudah memantau pembelajaran anaknya sekaligus memberikan masukan terkait kemajuan pendidikan.

“Dari aspek materi harus disiapkan oleh pihak guru atau sekolah. Sehingga inovasi sekolah dalam mencapai kurikulum tetap terbuka lebar. Guru juga bisa lebih berinteraksi dengan siswa. Makanya pembelajaran daring ini tidak akan mengurangi kemampuan akademik siswa,” tandasnya.

Terkait keberadaan TK negeri, menurut Haryadi akan terus diperbanyak. Sejak dirinya menjabat sebagai kepala daerah, berhasil menambah empat TK negeri. Akuisisi TK swasta menjadi negeri membutuhkan proses panjang. Akan tetapi hal itu akan terus diupayakan sebagai bukti komitmen pemerintah dalam hal akses pendidikan dasar bagi warga.

BERITA REKOMENDASI