Optimalisasi Peran Masyarakat dalam Penyelamatan Arsip Keluarga

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi SV UGM melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Dusun Punukan Wates Kulonprogo dengan nuansa yang cukup berbeda dari beberapa tahun sebelumnya. Hal ini mengingat situasi pandemi saat ini tengah melanda negeri. Kegiatan pengabdian tidak dilaksanakan dengan tatap muka langsung dengan masyarakat.

Ketua Pengabdian, Lastria Nurtanzila mengatakan kegiatan pengabdian yang dilaksanakan kali ini, merupakan lanjutan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2018, prodi berfokus pada materi dan praktek penataan arsip keluarga, hal ini untuk memberikan masyarakat gambaran awal mengenai sejumlah proses dan cara menata dan menyimpan arsip keluarga.

“Pada tahun 2019, fokus kegiatan kemudian beralih menjadi identifikasi arsip keluarga dan digitalisasi arsip. Kegiatan pada tahun kedua, bertujuan untuk meminimalisir kerusakan dan kehilangan dari arsip asli milik individu,” jelasnya.

Pada tahun ini, kegiatan pengabdian kembali berkembang menjadi digitalisasi arsip keluarga sebagai upaya menyelamatkan arsip dari resiko yang terjadi karena bencana. Tujuan spesifik dari pengabdian tahun ini, adalah menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran akan pentingnya kerja pengarsipan dimulai dari lingkup terkecil yakni keluarga untuk menyelamatkan arsip mereka dari sejumlah resiko bencana yang ada.

Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan akan bencana. Dampak dari sejumlah bencana yang ada, bisa berupa kehilangan nyawa, harta benda dan juga arsip yang dimiliki individu, keluarga, masyarakat maupun pemerintah.

Kulonprogo sendiri memiliki potensi risiko bencana dalam bentuk banjir dan puting beliung, keselamatan orang dan keamanan arsip adalah bagian yang penting untuk terus diupayakan. Proses penyelamatan dapat dilakukan dengan maksimal apabila berbagai elemen selalu siap siaga dalam merespon dan menghadapi dampak yang ditimbulkan dari bencana.

“Peran masyarakat dalam lingkup terkecil menjadi sangat krusial untuk bisa saling membantu ketika terjadi bencana. Setelah proses menyelamatkan diri sendiri, keluarga, orang sekitar dan harta benda, penting juga dilakukan upaya penyelamatan arsip sebagai bukti kepemilikan aset, identitas perorangan dan bukti lainnya,” lanjutnya.

Dusun Punukan dipilih sebagai desa binaan sejak tahun 2018 dan diharapkan dapat menjadi daerah percontohan dalam tata kelola dan penyelamatan arsip keluarga di Kulonprogo. Setiap tahun, tim dosen Prodi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi secara rutin melakukan sharing maupun pembimbingan praktik tata cara pengelolaan arsip secara langsung di dusun tersebut.

Tim dosen Prodi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi akan langsung bergabung di tengah-tengah warga. Namun sayangnya, kegiatan pengabdian kali ini tidak didampingi praktek langsung dengan tim dosen Prodi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi.

Hal ini merupakan salah satu wujud komitmen Prodi dan juga warga untuk meminimalisir penyebaran virus di masa pandemi. Maka dari itu, tim pengabdian menyerahkan materi yang bisa diakses secara langsung oleh masyarakat desa punukan. Penyerahan materi ini juga dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat. (*)

UGM

BERITA REKOMENDASI