Orang Australia Terkejut dengan Khasiat Daun Torbangun

MUNGKIN Anda pernah mendengar manfaat daun torbangun yang nama ilmiahnya adalah Coleus ambonicus Lour. Jenis tanaman ini dipercaya dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas air susu ibu (ASI).

Di kalangan suku Batak, Sumatera Utara, daun ini sudah dikonsumsi oleh ibu-ibu hamil dan menyusui selama ratusan tahun.

Rahasia dari daun ini menjadi mendunia berkat Profesor Rizal Damanik dari Departemen Gizi Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (IPB) yang sudah menelitinya secara menyeluruh sejak tahun 2001.

Di Australia, Profesor Rizal memperkenalkannya dalam acara First 1000 Days Australia Summit di Brisbane yang digelar Kamis 19 Oktoberr 2017 waktu setempat.

Pertemuan ini menghadirkan sejumlah praktisi, pakar kesehatan, ilmuwan, pekerja sosial, untuk memenuhi kebutuhan kesehatan suku Aborigin dan Torres Strait di Australia, dari mulai sebelum konsepsi, atau bertemunya sel telur dan sperma, janin, hingga bayi berusia dua tahun.

"Tanaman ini saya share dengan orang-orang Australia, karena tanaman ini juga terdapat  (Australia)," ujarnya saat dihubungi Erwin Renaldi dari ABC Australia Plus di Melbourne yang dikutip Sabtu (21/10/2017).

"Di belahan dunia lain ada juga warga yang mengkonsumsi sayur ini, tapi bukan untuk meningkatkan jumlah air susu. Sayuran ini hanya dimakan suku Batak untuk keperluan air susu."

Profesor Rizal memberikan contoh seperti di Vietnam atau Kamboja, sayuran ini digunakan sebagai obat batuk. Sementara di India, dipercaya dapat mengobati gigitan ular.

Profesor Rizal sudah banyak mendapatkan pertanyaan dan ajakan berkolaborasi dari negara-negara lain untuk mengolah daun ini. Ia mengaku tidak keberatan, namun masih ingin memprioritaskan ketahanan pangan dan gizi dalam skala nasional.

"Masalahnya, angka kematian ibu melahirkan (di Indonesia) itu masih tinggi, karena kekurangan zat besi dan kalsium yang banyak dikandung sayur ini," ujar Profesor Rizal yang juga lulusan Faculty of Medicine di Monash University, Australia.

Sebaliknya, Profesor Rizal mengaku ia mempelajari penanganan warga Indigenous (warga pribumi benua Australia, atau Aborigin) soal kesehatan kehamilan dan bayi.

"Bagaimana cara pemerintah Australia menyampaikan pesan-pesan kesehatan kepada mereka yang mempertahankan tradisi-tradisi mereka, makanan mereka pun berbeda."

"Ini yang saya ingin dapatkan supaya nanti bisa diterapkan kepada suku-suku asli dan terasing di negara kita," kata Profesor Rizal yang kini menjabat Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).(*)

BERITA REKOMENDASI