Pameran 100 Desain Sajadah di UII Cik Ditiro

YOGYA, KRJogja.com –  Sekitar 100 desain sajadah khas Indonesia dipamerkan di Gedung Badan Wakaf UII Jl Cik Ditiro, Kamis (13/2/2020). Desain yang dipamerkan berasal dari desain sajadah yang dilombakan beberapa waktu lalu.

Pembukaan pameran yang diselenggarakan Lembaga Kebudayaan Embun Kalimasada Badan Wakaf UII Kamis siang dan akan berlangsung hingga Jumat (20/3/2020) mendatang. Pameran dengan 4 maskot desain yang merupakan 4 besar tersebut dibuka ketua Yayasan Badan Wakaf (YBW) UII Suwarsono Muhammad MA, Rektor Prof UII Fathul Wahid PhD dan Ketua Pengawas YBW UII Endro Kumoro.

Ketua YBW UII Suwarsono Muhammad MA menegaskan bila selama ini sajadah identik dengan made in China atau made in Turki. Kalaupun ada yang lain dari Indonesia adalah batik yang desainnya biasa-biasa saja. “Mengapa Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia tidak melirik potensi yang juga merupakan peluang pasar ini?” katanya bernada tanya.

Selain itu Suwarsono juga mengatakan dengan lomba sekaligus menunjukkan pada khalayak bahwa Islam tidak jauh dengan kebudayaan. Karena itu dalam lomba tersebut juga untuk mencari desain yang identic dan khas Indonesia atau flora. Mengingat selama ini sajadah masih diimpor dari China, Turki dan negara Arab lain.

Direktur Lembaga Kebudayaan Embun Kalimasada Hadza Min Fadhli Robby MSc di sela Pembukaan Pameran Hasil Lomba Desain Sajadah menyebutkan, pameran menggelar sekitar 100 karya desain dari jumlah peserta lomba 233 buah. Penilaian oleh tim juri terdiri  terdiri Dosen Pascasarjana ISI Yogyakarta Dr Suwarno Wisetrotomo, seniman Nasirun.

Kemudian desainer Nita Azhar, Dosen Arsitektur FTSP UII Dr Arif Budi Solihah serta Dosen FH yang juga Pimpinan YBW UII Dr  Siti Anisah.

Sementara Direktur Eksekutif Lembaga Kebudayaan Embun Kalimasada Hadza Min Fadhli Robby mengutip data BPS yang menyatakan bila tahun 2018 impor sajadah non katun mencapai 1.881 juta USD atau sekitar Rp 26 miliar dengan volume 893,3 ton.

”Jumlah impor ini tertinggi dan berasal hanya dari China,” katanya. Artinya, potensi pasar industri sajadah ini sangat tinggi.

Hadza menyebutkan, YBW UII dan Lembaga Kebudayaan Embun Kalimasada tidak menduga animo masyarakat terhadap lomba desain tersebut sangat tinggi. Dan diikuti dari pelbagai kalangan pendidikan serta profesi. Pemenang lomba akan diumumkan pada penutupan pameran bulan depan. (Fsy)

BERITA REKOMENDASI