Pancasila Diamalkan, Tumbuhkan Semangat Kebangsaan di Kalangan Mahasiswa

BANTUL, KRJOGJA.com – Sosialiasi  Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia  (NKRI), Bhineka Tunggal Ika sudah saatnya masuk kampus.  Program tersebut penting agar semangat kebangsaan terus tumbuh dilingkungan  kampus. Mahasiswa sebagai generasi yang bakal mengisi masa depan Indonesia mesti paham pentingnya menjaga semangat kebangsaan. Hal ini dikarenakan Indonesia sebagai negara kepulauan serta keragaman suku, bahasa dan budaya yang bakal rentan dengan berbagai usaha untuk merongrong persatuan dan kesatuan.

"Kalau saya melihat semangat kebangsaan di kalangan mahasiswa khusunya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) DIY sangat luar biasa," ujar Ketua BEM Sekolah Tinggi Teknologi Adisucipto (STTA) Rajandera disela sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika di Kampus STTA, Sabtu (14/4/2018). Dalam acara itu menghadirkan narasumber, Drs HM Idham Samawi dan dihadiri Wakil Ketua 3 Bidang Kemahasiswaan STTA, Drs Suhanto MT. Sosialiasi dikuti ratusan mahasiswa dari perguruan tinggi di Yogyakarta.     

Rajandera mengatakan, tidak berlebihan jika mahasiswa di Yogyakarta dikatakan sebagai pelopor kebangsaan untuk sekarang ini. Meski begitu sosialiasi harus tetap dilakukan setiap saat agar masyarakat dan mahasiswa selalu ingat.  "Selain itu perlunya ada buku panduan, walaupun kalau kita lihat sekarang minat baca sedikit menurun atau berkurang, tetapi penting sekali buku itu diberikan kepada masyarakat dan mahasiswa," jelasnya.  

Sementara Idham Samawi mengatakan, demokrasi sekarang ini Indonesia tidak akan pernah konsolidasi. Setiap lima tahun dalam Pilpres bangsa ini selalu 'berkelahi' dan tidak pernah melakukan konsolidasi.  

"Kita sekarang ini diberi 'mainan' yang namanya demokrasi," ujar anggota Komisi V DPR RI itu.

Dengan kondisi sekarang ini berdampak pada belum optimalnya pengolahan sumber daya alam Indonesia. Karena setiap hari yang ada hanya berselisih paham dengan kepentingan masing-masing. Dalam kesempatan itu juga disampaikan jika negara bisa hancur ketika ideologiya di rusak. Kemudian ideologi bakal runtuh ketika sejarah dari negara tersebut dihilangkan.(Roy)

 

BERITA REKOMENDASI