Pemerintah Resmi Luncurkan Pembelajaran Jarak Jauh

BANDUNG, KRJOGJA.com – Kemenristekdikti melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan selama ini telah menginisiasi Sistem Pembelajaran Dalam Jaringan (SPADA) yang berbasis TIK. 

Guna menfasilitasi pelaksanaan SPADA, maka dilakukan inovasi melalui IdREN (Indonesia Research and Education Network) yaitu jaringan privat nasional dalam pendidikan dan riset yang bisa menghubungkan perguruan tinggi baik negeri atau swasta dan mahasiswa untuk belajar lebih inovatif, mandiri, dan fleksibel.

Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na'im ,di Bandung (06/05/2018) menjelaskan pada sistem pembelajaran online ini tidak berarti hanya mentransfer power point atau materi dosen ke web tetapi online process ini juga bisa memfasilitasi interaksi mahasiswa melalui sistem online tersebut. 

Ainun juga mengatakan tidak hanya PTN, namun PTS juga mendapatkan manfaat dari kebijakan Kemenristekdikti terkait SPADA dan IdRen. Ia menyebutkan bahwa kini IdREN sudah bisa diakses oleh 80 perguruan tinggi baik PTN maupun PTS. 

Sekretaris Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Rina Indriastuti menambahkan Hardiknas kali ini juga sebagai momentum untuk melakukan inovasi pada pendidikan tinggi Indonesia. 

"Dengan implementasi SPADA dan IdREN membuka kolaborasi antara PTN/PTS dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi. Kolaborasi tersebut ditujukan menguatkan praktek pendidikan digital yang inovatif dan fleksibel tentu dengan standar mutu yang baik," tutur Rina.

Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad mengatakan dengan adanya fasilitasi PJJ ini pemanfaatannya bukan hanya dari aspek program studi itu sendiri tapi merupakan wujud dari 'resource sharing'. 

"Apa yang dimiliki oleh suatu perguruan tinggi bisa manfaatkan oleh perguruan tinggi lain. Bukan hanya materinya termasuk kapasitas para dosennya. Sehingga rekognisi terhadap mereka dapat dilihat juga oleh banyak pihak," tutur Tri. (Ati)

BERITA REKOMENDASI