Pendidikan jadi Pondasi Kemajuan Bangsa

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pendidikan merupakan pondasi kemajuan sebuah bangsa.  Hasil dari pendidikan itu sendiri secara holistik akan berpengaruh ke sektor-sektor lainnya di dalam perkembangan sebuah Negara. 

Mendikbud Muhadjir Effendy dalam Taklimat  Media 'Kilas Balik Kinerja Tahun 2018 dan Program Kerja Tahun 2019' di Kemdikbud Jakarta ,Kamis (27/12 2018) menjelaskan hal ini dapat mengatasi masalah-masalah sosial, budaya dan persamaan hak dan gender. Masalah budaya contohnya, di Indonesia masalah ini begitu popular dimana Indonesia memiliki keberagaman yang begitu kompleks dibanding negara lainnya dari adat istiadat, bahasa, agama dan wilayah.

Masalah pendidikan di Indonesia, kata Mendikbud bukan sesuatu yang baru dan bukan pula sesuatu yang tidak dapat diselesaikan. Dari banyak penelitian sebelum-sebelumnya, ada beberapa masalah dalam pendidikan di Indonesia seperti masalah infrastruktur, sumber belajar, tenaga pendidik dan peran orangtua.

Penulis mengangkat satu masalah yaitu peran orangtua dikarenakan selama ini orangtua telah mengabaikan perannya disebabkan ketidaktahuannya selama ini. Penulis secara realistis menilai masalah peran orangtua ini dapat diselesaikan segera bila hal ini diinformasikan secara merata dan secara terus menerus kepada orangtua.

Karena banyak penelitian menyatakan bahwa keterlibatan orangtua dalam pendidikan anak sangatlah menunjang dan dapat mengatasi masalah belajar anak.  Prestasi anak dalam pendidikan sangat berhubungan erat dengan keterlibatan orangtua dalam prosesnya.

Sebab-sebab orangtua tidak memainkan perannya dalam pendidikan anak? Dari banyak survei masalah pendidikan masih terdapat banyak orangtua hanya mengandalkan sekolah dalam proses pembelajaran anak mereka dan mengabaikan perannya sebagai orangtua dalam mendukung pendidikan si anak.

Pengabaian peran orangtua itu sendiri disebabkan beberapa faktor misalnya mereka meragukan bahwa keterlibatan mereka dapat membuat banyak perbedaan dan merasa selama anak disekolah, anak sudah maksimal dalam melaksanakan proses pembelajaran. Kedua penyebab di atas merupakan keterbatasan pengetahuan orangtua itu sendiri dalam memahami perannya dalam pendidikan anak. 

"Mengenai ujian nasional (UN) diselenggarakan untuk mengukur penca- paian kompetensi lulusan peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah sebagai hasil dari proses pembelajaran sesuai  dengan standar Kompetensi Lulusan (SKL)," tegasnya. (Ati)

BERITA REKOMENDASI