Pengabdian Dosen FKUI, Sehat dan Berkarakter dengan ‘Ceria’

SLEMAN, KRJOGJA.com – Program Studi Doktor Ilmu Gizi Departemen Ilmu Gizi dan Human Nutrition Research Center (HNRC) IMERI Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia (FKUI) yang didukung oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Universitas Indonesia menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kecamatan Ngemplak Sleman. Kegiatan ini melibatkan guru sekolah dan orangtua untuk mewujudkan 'Happy Learning, Happy School and Healthy Student'.

Tim Pengabdi dari Departemen Ilmu Gizi FKUI yang diketuai Dr Rina Agustina yang sekaligus sebagai Ketua Prodi Doktor Ilmu Gizi FKUI dan Ketua HNRC IMERI FKUI, mengatakan, dalam program ini pihaknya memberikan pelatihan kepada puluhan guru dari 6 sekolah (TK dan SD) se-Kecamatan Ngemplak metode penyampaian materi tentang kesehatan dan gizi sekaligus penguatan karakter anak secara interaktif.

Menurut Rina, pihaknya telah menyiapkan beberapa tools (media belajar) untuk membentuk siswa yang sehat dan berkarakter dengan 'Ceria' singkatan dari Cerdas, Bergizi dan Aktif. "Kami ingin membuat suasana belajar yang menyenangkan di sekolah. Dengan kualitas gizi siswa yang meningkat diharapkan kesehatan juga meningkat sehingga menjadi calon-calon pemimpin bangsa berkualitas," terang Rina kepada KRJOGJA.com disela kegiatan di Embung Opak Village Stay, Bimomartani Ngempak Sleman, Senin (26/8/2019). Program pengabdian ini menggandeng Dikdas dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Ngemplak Sleman dan melibatkan mahasiswa Doktor Ilmu Gizi.

Dijelaskan Rina, media pembelajaran yang pertama adalah modul ceria berisi buku bergambar dengan tokoh imajinasi yang menyampikan pesan makanan bergizi, jajanan yang sehat dan aneka ragam makanan. Ada gerakan-gerakan tubuh yang harus dilakukan oleh guru saat mendongeng untuk merangsang imajinasi anak. "Dongen yang didalamnya ada penokohan nampaknya sepele, tapi itu sangat efektif untuk menyampaikan pesan kepada peserta didik tentang gizi juga membentuk karakter," katanya.

Tools atau media pembelajaran lain yang disiapkan yakni Imaginary Big Book (IBB) untuk mengembangkan imajinasi anak tentang gizi melalui gambar. Kemudian diperkenalkan mainan puzzle 'Isi Piringku' dengan sticker magnetik dan piramid makanan. "Kami juga lakukan analisa makanan siswa melalui gambar, diharapkan terjadi perbaikan menu makanan siswa menjadi lebih bergizi," tuturnya.

Tahap pertama dalam program pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan (training of trainer) bagi guru untuk menjadi guru ceria. Selanjutnya guru tersebut akan menerapakan pengetahuan yang diperoleh saat TOT dengan pendampingan dari tim pengabdi. Selanjutnya drama dengan narasi dari buku cerita bergambar nantinya akan dilombakan antar sekolah. "Dalam program ini kami ingin mendidik anak tentang kesehatan dan gizi sekaligus penguatan karakter dengan cara yang menyenangkan lewat cerita dan gambar," pungkasnya. (Dev)

BERITA REKOMENDASI