Pengurangan Nyeri Haid Dismenore dengan Komplementer dan NLP

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Program Studi Kebidanan Program Diploma Tiga Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo) bekerjasama dengan SMP N 3 Godean Sleman dan Rumah Belajar NLP (Neuro-Linguistic Programming) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan Pendidikan Kesehatan Reproduksi dengan Metode Komplementer dan NLP(Neuro-Linguistic Programming), Senin (14/12/2020). Peserta kegiatan ini adalah siswi putri SMPN 3 Godean Sleman kelas 7 dan 8 sebanyak lebih dari 205 siswi.

Pengabdian masyarakat ini diprakarsai oleh Sukmawati, S.SiT.,M.Kes sekaligus sebagai pemateri pertama yang bertujuan meningkatkan pengetahuan kepada siswi tentang pengurangan nyeri haid (dismenore) dengan metode komplementer dan NLP. Pada kesempatan ini para siswi diberikan teori dan juga diminta langsung mempraktikkan bagaiman acara mengurangi nyeri haid.

“Para siswi diharapkan bisa menerapkan metode tersebut apabila sedang mengalami nyeri haid,” terangnya.

Latar belakang dari kegiatan ini, menuturnya adalah pada umumnya wanita maupun remaja putrid merasakan keluhan berupa nyeri atau kram perut menjelang haid yang dapat berlangsung hingga 2-3 hari, dimulai sehari sebelum mulai haid. Nyeri perut saat haid (dismenorea) yang dirasakan setiap wanita berbeda-beda, ada yang sedikit terganggu namun ada pula yang sangat terganggu hingga tidak dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dan membuatnya harus istirahat bahkan terpaksa absen dari sekolah atau pekerjaan.

Dismenore primer adalah nyeri saat menstruasi tanpa adanya kelainan pada alat-alat genital. Nyeri akan dirasakan sebelum atau bersamaan dengan permulaan menstruasi dan berlangsung untuk beberapa jam.

“Dismenore sekunder adalah nyeri saat menstruasi dengan adanya kelainan pada alat-alat genital. Biasanya terjadi akibat berbagai kondisi patologis seperti endometriosis, salfingitis, adenomiosis uteri dan lain-lain,” tambahnya.

Terapi komplementer yaitu cara penanggulangan penyakit yang dilakukan sebagai pendukung kepada pengobatan medis konvensional atau sebagai pengobatan pilihan lain diluar pengobatan medis yang konvensional. Terapi komplementer yang dipelajari pada kesempatan ini yaitu senam yoga menstruasi dan Eflluerage (pijat /massage punggung) serta NLP (Neuro-Linguistic Proramming) untuk mengurangi nyeri haid.

Pada masa new normal ini sangatlah tepat menggunakan terapi komplementer sebagai materi pengabdian kepada masyarakat di lingkungan siswi maupun remaja putri karena pengurangan nyeri haid bisa langsung diterapkan jika para siswi mengalami gangguan menstruasi dismenore.

Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan secara online melalui Zoom Meeting karena mengingat masih masa adaptasi kebiasaan baru. Walaupun melalui Zoom Meeting, peserta sangat antusias dalam mengikuti setiap sesinya, terutama pada saat sesi praktik secara langsung.

Materi pengurangan nyeri haid dengan metode NLP disampaikan oleh Dr Patisina, CI., CT NLP dari Rumah Belajar NLP yang beralamat di Imogiri Bantul. Hasil dari terapi ini dapat langsung dirasakan oleh peserta, dimana sebagian peserta semakin mampu untuk mempraktikkan pengurangan nyeri haid ini secara mandiri.

Pada pelaksanaan kegiatan ini, Ketua Prodi Kebidanan Program Diploma Tiga Universitas Respati Yogyakarta, Almira Gitta Novika, S.ST., M.Kes menyampaikan harapannya agar kegiatan ini bermanfaat dan menambah wawasan bagi para siswi dalam pengurangan nyeri haid.

Kemudian juga Kepala Sekolah SMP N 3 Godean, Catur Haryadi, S.Pd berpesan agar para siswi bisa mengikuti dengan baik karena ini merupakan ilmu barubagi para siswi dan berguna untuk meningkatkan kesehatan utamanya kesehatan reproduksi dan kegiatan ini bisa berlanjut pada masa mendatang. Serta Dra. Sukarmi selaku Guru BK mengatakan selama ini jika upacara bendera banyak siswi yang ke UKS, dengan adanya metode komplementer dan NLP ini angka kejadian siswi yang ke UKS berkurang. (*)

BERITA REKOMENDASI