Perguruan Tinggi Bagai Uang Kertas, Satu Sisinya Palsu

SLEMAN, KRjogja.com – Bicara soal pendidikan tidak akan ada habisnya. Bagi Prof Dr Ir Djoko Santoso MSc yang telah malah melintang di dunia pendidikan, perihal insinyur dan tenaga ahli kebumian perlu mendapat perhatian khusus. 

Beliau berbagi pandangannya dalam Seminar Nasional Kebumian XII oleh Fakultas Teknologi Mineral UPN, beberapa hari yang lalu Kamis (14/09/2017) di Hotel Sahid J-Walk. “Mahasiswa sekarang dikasih gelar vokasi nggak mau, maunya akademik. Akademik kerjanya mikir tapi disuruh mikir nggakmau. Katanya mikir cari kerjaan, padahal ya tidak dapat-dapat” ujarnya yang mengundang gelak tawa peserta seminar.

Dipaparkan oleh mantan Rektor ITB ini, perguruan tinggi layaknya uang kertas yang memiliki 2 sisi, yaitu riset (pengabdian masyarakat) dan pendidikan tinggi. Jika hanya ada satu sisi, maka bisa disebut uang palsu. “Output dari perguruan tinggi ya ilmu pengetahuan, bukan cuma omong tok. Kalau sudah, baru bisa terima mahasiswa,” ujar beliau yang juga pernah menjabat sebagai Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud.

Bicara di depan puluhan peserta seminar yang terdiri dari mahasiswa, dosen, tenaga ahli dan akademisi, Prof Djoko mendorong mereka untuk terus belajar guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya bisa dengan menempuh sertifikasi dan aktif turun ke lapangan. 

“Diluar sana, gelar saya profesor dan doktor itu nggak laku. Lakunya ya insinyur. Bedanya ahli kebumian dengan bidang lain, persentase kita kecil tapi pasti diibutuhkan bekerja dan garansinya lama,” tambahnya.

Selain menghadirkan pembicara ternama, seusai seminar yang bertajuk “Optimalisasi Sumber Daya Mineral dan Energi Untuk Kemakmuran Bangsa” juga diadakan presentasi paper yang dilombakan. Diharapkan selepas acara ini, peserta mampu menambah wawasan di bidang kebumian dan berperan aktif ke masyarakat. (MG 19)

BERITA REKOMENDASI