Persaingan Tenaga Kerja, Mahasiswa Pertanian Harus Bisa Mandiri

SOLO,KRJOGJA.com – Mahasiswa Pertanian harus siap berjuang untuk bisa menciptakan usaha sendiri yang tidak tergantung orang lain. Itu bagian dari upaya untuk menciptakan nilai lebih alumni agar memiliki nilai lebih untuk bersaing di dunia kerja. Dengan keunggulan itu lulusan Pertanian bisa "menjual dirinya" di pasar kerja.

Ir Andreas Gunapradangga, owner PT Agrikencana Prakarsa menyampaikan itu di depan mahasiswa anggota Ikatan Badan Eksekutif Mahasiswa Pertanian (IBEMPI) se Indonesia dengan tajuk Bina Desa Nasional 2017. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Solomenjadi tuan rumah yang diikuti dari 25 perguruan tinggi.

Andreas adalah seorang alumni FP UNS. Ia ingin adik-adik tingkatnya bisa mandiri menciptakan lapangan kerja sendiri. Paparan menarik perhatian peserta sekaligus memotivasi untuk bisa menjadi lulusan yang mempunyai nilai lebih. Sebagai wujud pengadian mereka membuat Program Bina Desa Nasional Ikatan Bem Pertanian Indonesia. Desa yang dipilih Pereng Mojogedang Karanganyar.

Sementara Guru Besar FP UNS Prof Dr Suntoro menyatakan sektor pertanian pada era sekarang tidak begitu dihargai, karena dianggap hanya sebagai penyedia pangan saja. Padahal pertanian selain sebagai penyedia pangan juga multi fungsi sebagai stabilitas lingkungan.

“Ketika krisis ekonomi nasional pada tahun 1997/1998 sektor pertanian terbukti sebagai sektor yang paling bisa bertahan bila dibanding dengan sektor industri,” tambah Prof Suntoro.(Qom)

BERITA REKOMENDASI