PGRI Magelang Gelar Pelatihan Digitalisasi Bagi Guru

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Magelang menggelar pelatihan digitalisasi pembelajaran untuk para guru di kabupaten setempat. Dengan pembekalan ini diharapkan guru dapat mengaplikasikan dalam mendukung proses belajar mengajar kepada para siswa.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Kabupaten Magelang Muslih SPd MAcc mengatakan, guru masa kini harus dibekali keterampilan abad ke-21. Sudah tidak zamannya lagi guru hanya terpaku pada paradigma pembelajaran konvensional yang mengesampingkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

“Guru masa kini harus memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam praktik pembelajaran di kelas. Oleh karenanya PGRI Kabupaten Magelang menyelenggarakan pelatihan pelatihan ini,” kata Muslih kepada KRJOGJA.com, Kamis (06/02/2020).

Pelatihan dilaksanakan di SMA Taruna Nusantara pada 5-6 Februari 2020. Materi yang diajarkan meliputi augmented reality, penilaian tanpa kertas, rumah belajar dan Google for education.

Ketua panitia, Rahma Huda Putranto menambahkan kegiatan ini terinspirasi dari konsep Smart Leaning and Character Center (SLCC) yang dikembangkan oleh PGRI Provinsi Jawa Tengah. Konsep SLCC hadir untuk mempersiapkan guru menghadapi kemajuan zaman, karena tidak bisa dipungkiri kemajuan teknologi berdampak pada perubahan karakteristik peserta didik dan model pembelajaran yang diterapkan. “Pelatihan ini tidak hanya menciptakan guru yang smart namun juga berkarakter,” kata Rahma Huda Putranto.

Pelatihan yang diikuti 222 guru anggota PGRI yang terdiri dari guru PNS dan Non PNS yang mengajar di SD dan SMA ini menghadirkan beberapa pembicara tingkat nasional. Pembicara tersebut antara lain Dr Saptono Nugrohadi MPd MSi ahli IT yang juga trainer nasional SLCC PGRI Jawa Tengah, Yuche Yahya Sukaca sebagai Guru SMAN 1 Pati yang berhasil membangun digitalisasi sekolah. Ada pula Sholehuddin Al Ayubi merupakan guru SDN Banyuwangi 1 yang pada 2019 lalu menjadi perwakilan Indonesia dalam pertemuan guru dunia di Paris dan Rahma Huda Putranto selaku guru sekaligus Duta Baca Kabupaten Magelang yang getol mengembangkan buku berbasis augmented reality. (*)

BERITA REKOMENDASI