Pilot Banyak yang Nganggur, Sekolah Penerbangan Bakal Ditata

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi akan menata ulang manajemen sekolah penerbangan yang mencetak pilot-pilot di Indonesia. Penataan ini dilakukan karena jumlah lulusan pilot tidak bisa diserap oleh industri penerbangan dalam negeri.

Budi menjelaskan, jumlah pilot yang belum mendapat pekerjaan mencapai ribuan. Tepatnya, saat ini terdapat kurang lebih 1.200 pilot belum bekerja. Menurut dia, banyaknya lulusan sekolah penerbangan yang belum bekerja tersebut sangat merugikan.

"Saya memikirkan bahwa harus diberikan suatu cara yang memang profesional, jangan bikin sekolah sembarangan. Sekolahnya akan kita kurangi, jumlahnya akan kita batasi," kata Budi dalam keterangannya, Jumat (8/9/2017).

Untuk memfasilitasi 1.200 pilot yang belum mendapatkan pekerjaan, Budi Karya mengaku akan melakukan seleksi ketat, sehingga bisa diserap oleh industri penerbangan di Indonesia.

Dalam proses pemberdayaan pilot ini, Kemenhub akan bekerja sama dengan para pengelola maskapai di Indonesia. Sehingga, diharapkan juga bisa mengurangi penggunaan pilot asing di Indonesia.

"Tahap pertama akan ambil 300-400 pilot. Dari situ dididik, tidak tahu nanti apakah satu bulan apakah dua bulan. Setelah dididik kita lihat lagi yang 100 terbaik harus segera diterima di maskapai," ujar Budi Karya.

Sementara bagi pilot yang tidak lolos seleksi, bisa diikutkan dalam program magang di seluruh maskapai di Indonesia.(*)

BERITA REKOMENDASI