PPDB Gelombang Dua, Forum Kepala Sekolah ‘Wadul’ DPRD

SRAGEN, KRJOGJA.com – Belasan kepala sekolah menengah pertama (SMP) swasta di Kabupaten Sragen menggeruduk kantor DPRD setempat, Senin (3/7). Mereka yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kepala Sekolah Swasta (FKKS) 'wadul' keberatan dengan rencana pembukaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online gelombang dua di SMP negeri.

Ketua FKKS, Suprapto mengatakan, rencana pembukaan PPBD online gelombang dua di SMP negeri akan mematikan SMP swasta. Dipastikan SMP swasta di Sragen yang saat ini jumlahnya mencapai 42 sekolah akan tutup karena tidak kebagian siswa baru. "Tahun lalu saja, sudah 3 SMP swasta yang tutup karena tidak kebagian siswa," ujarnya.

Menurut Suprapto, pembukaan PPDB online gelombang dua tidak semestinya dilakukan mengingat siswa baru yang tidak tertampung di SMP Negeri bisa sekolah di SMP swasta. Hal ini demi asas keadilan agar SMP negeri dan swasta bisa berjalan beriringan dalam memberikan pendidikanterbaik. "Kalau sampai SMP swasta tutup karena tidak dapat siswa baru, ratusan orang akan kehilangan pekerjaan. Makanya kami minta bapak-bapak dewan mendukung kami," jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto yang menemui para kepala sekolah SMP swasta mengaku tidak setuju jika ada PPDB online gelombang dua. Selain bisa mematikan SMP swasta, dasar hukum PPDB online gelombang dua juga tidak jelas. "Kami minta PPDB gelombang dua ditiadakan saja. Kasihan sekolah swasta kalau sampai tidak kebagian murid," tandasnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI