PPPPTK Seni Budaya Juara Umum Porseni 2019

BOGOR, KRJOGJA.com – Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Seni dan Budaya Yogyakarta berhasil menyabet gelar juara umum dalam Temu Karya Olahraga dan Seni 2019 Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kemendikbud pada Minggu (15/12/2019) hingga Rabu (18/12/2019) di PPPPTK Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling (Penjas BK) Parung Bogor. 

PPPPTK Seni dan Budaya berhasil mendulang medali terbanyak, yakni 3 emas dan 1 perunggu dari 6 cabang yang dipertandingkan. Tiga emas ini diraih dari cabang fusal, lomba seni suara atas nama Farika Chandrasari SP MM dan defile sementara satu perunggu dipersembahkan dari cabang bulutangkis.  

Untuk ketegori defile, PPPPTK Seni dan Budaya juga dinobatkan sebagai peserta favorit kedua dengan mengusung tema pewayangan.  Koreografer GS Darto MSn ikut turun langsung memerankan tokoh anoman, kontingen PPPPTK Seni dan Budaya melakukan perform di depan pangung kehormatan yang menarik perhatian seluruh peserta dan para tamu kehormatan, termasuk Direktur Jenderal GTK Dr Supriano MEd. Supriano pun memberikan apresiasi khusus. 

Temu karya, olahraga dan seni itu diikuti 18 kontingen yang terdiri dari UPT di lingkungan Ditjen GTK, sejumlah LPMP dan sekretariat GTK. Even tahunan ini dibuka Supriano dengan melepaskan balon udara dan burung merpati. Selama keikutsertaan dalam even tahunan ini, PPPPTK Seni dan Budaya telah mengoleksi 3 gelar juara umum, sebelumnya diraih pada 2016 dan 2018. 

Kepala PPPPTK Seni dan Budaya Sarjilah mengatakan, gelar juara umum tidak diraih begitu saja, namun melalui kerja keras dan perjuangan tidak megenal lelah dari para atlet dan ofisialnya. “Kebersamaan, kekompakkan dan kerja keras dari semua pihak yang terlibat menjadi kunci sukses ini,” ungkapnya. 

Sarjilah memberi apresiasi khusus kepada para atlet yang tidak hanya terjun dalam satu cabang, namun dua atau bahkan 3 cabang. “Bisa dibayangkan, satu atlet ikut dua, bahkan tiga cabang dengan jadwal yang sangat ketat. Meski dengan kondisi kelelahan yang luar biasa, mereka tetap semangat dan berjuang keras hingga membuahkan hasil maksimal ini,” pujinya. 

Sarjilah menilai, gelar juara umum itu sangat berarti bagi lembaga yang dipimpinnya. “Ini membuktikan bahwa kami bisa. Ini akan menjadi penyemangat kami untuk mengejar prestasi di bidang-bidang lainnya, termasuk dalam menjalankan tugas dan fungsi kami sebagai UPT di bawah Ditjen GTK Kemendikbud,” pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI