Prodi Informatika Unriyo Gelar Workshop Penyusunan Kurikulum Merdeka Belajar

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Program Studi Informatika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo) menggelar workshop tentang penyusunan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan penyusunan dokumen penjaminan mutu MBKM yang dilaksanakan di Hotel Grand Sarila, Kamis (19/11/2020). Kegiatan ini diikuti oleh para dosen dan diharapkan Program Studi Informatika dapat menjadi pilot project pelaksanaan Kurikulum MBKM di Unriyo.

Workshop ini menghadirkan pembicara Ketua Badan Penjaminan Mutu Fakultas Teknologi Informasi UKSW Prof Dr. Ir. Eko Sediyono, M.Kom yang juga Sekretaris Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer (LAM INFOKOM). Turut hadir Ketua Program Studi Informatika Unriyo, I Wayan Ordiyasa, S.Kom.M.T serta Ketua Badan Penjaminan Mutu Unriyo, Dr. Ariyanto Nugroho, SKM, MSc.

Dalam pemaparannya Eko Sediyono mengatakan program yang diluncurkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim tentang Merdeka Belajar sebenarnya bukan hal yang baru. Menurut Eko Sediyono sejak dahulu kampus telah diberi kebebasan untuk mengatur segala urusan akademik sesuai undang-undang.

“Jadi manfaatnya ini membiasakan mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas saja, tapi juga mengalami proses yang ada di dunia industri atau di luar kelas. Tidak hanya di dunia industri saja tetapi juga bidang penelitian, LSM maupun lainnya. Jadi mereka mengalami proses yang ada di masyarakat secara riil,” jelasnya.

Eko Sediyono mengatakan sebelum ada Merdeka Belajar, capaian akademik dilihat dari hasil pembelajaran di dalam kampus saja. Namun setelah ada program dari Nadiem Makarim capaiannya belajar dapat diraih dari dalam maupun luar kampus.

“Ini bisa menjadi hal baru, namun sebenarnya bukan permasalahan sulit. Dengan Merdeka Belajar seperti ini tentunya capaian yang ingin dihasilkan akan lebih baik lagi untuk dunia pendidikan di negeri ini,” jelasnya.

Dalam program Merdeka Belajar ini tiga prodi di Unriyo masing-masing Informatika, Sastra Inggris dan Ilmu Komunikasi berhak mendapatkan hibah sebesar total Rp 176 juta dari Kemendikbud. Untuk kurikulum Merdeka Belajar di Unriyo sendiri rencananya akan mulai diterapkan pada tahun ajaran 2021 mendatang.

“Jadi masih ada waktu karena hibah ini selesai Desember, sehingga mulai Januari sampai dengan September itu adalah masa persiapan. Pada semester baru kami akan mengaplikasikannya (Kurikulum Merdeka Belajar),” ungkap Ketua Badan Penjaminan Mutu Unriyo, Dr. Ariyanto Nugroho, SKM, MSc.

Ariyanto Nugroho mengatakan tiga prodi yang mendapat hibah ini diharapkan menjadi percontohan bagi prodi lainnya di Unriyo. Ia pun optimis pada tahun ajaran berikutnya bakal ada prodi lain di Unriyo yang akan mendapat hibah serupa.

“Harapannya, sesuai dengan misi Mendikbud yakni memberikan proses pembelajaran kepada mahasiswa yang tidak hanya terbatas dalam ruangan saja tetapi memberikan pelajaran seluas-luasnya. Bahkan di masyarakat dan berbagai tempat itu sebenarnya bisa menjadi bahan dan menjadi tempat untuk mendapatkan ilmu atau belajar bagi mahasiswa,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Program Studi Informatika Unriyo, I Wayan Ordiyasa, S.Kom.M.T menambahkan pihak kampus sangat mendukung capaian yang diraih tiga prodi tersebut. Bahkan sebelum ada program hibah, pihak Rektorat telah mengeluarkan surat keputusan (SK) bahwa Unriyo telah siap melaksanakan Program Merdeka Belajar.

BERITA REKOMENDASI