Program ‘Full Day School’, Perlu ‘Pilot Project’ Dahulu

SLEMAN (KRjogja.com) – Wacana pelaksanaan full day school yang digulirkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) masih terus memunculkan pro kontra. Meski sebagian sekolah di Indonesia telah menerapkan full day school. Terutama sekolah yang berbasis agama karena mewajibkan siswanya tinggal di asrama.

Salah satu sekolah yang telah lebih dulu menyelenggarakan full day school, yakni SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS). Sekolah yang berada di Kecamatan Prambanan Sleman ini juga mewajibkan siswanya untuk tinggal di asrama. Hanya saja, siswa tidak selama 24 jam berada di dalam kelas.

"Pagi sampai sore mereka belajar dalam kelas. Setiap Sabtu sampai Kamis. Usai belajar di kelas, sore harinya mereka diberi kebebasan. Ada yang ikut ekstra atau istirahat," kata Kepala Sekolah SMP MBS Prambanan Agus Yulianto kepada KRjogja.com, Kamis (11/8/2016).

Pihak sekolah telah menyediakan segala fasilitas penunjang guna menfasilitasi peserta didik. Mengingat mereka selama 24 jam berada di asrama. Itu dilakukan agar anak juga tidak bosan dengan aktivitas mereka sehari-hari.

Sistem full day school menurut Agus, dibutuhkan pengkajian lebih dalam. Mulai dari aspek sosial masyarakat hingga orangtua. Termasuk nanti metode pendidikannya seperti apa. Untuk sekolah negeri, tenaga pendidik memiliki peranan penting. (Awh)

 

BERITA REKOMENDASI