Program Pengabdian Masyarakat, Dosen Unriyo Kenalkan Terapi Komplementer Pada Remaja Putri

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Masa remaja merupakan saat dimana transisi antara masa kanak-kanak dengan dewasa. Pada tahap ini umumnya para ramaja belum mencapai tahap kematangan mental dan sosial sehingga mereka harus menghadapi tekanan-tekanan emosi maupun sosial yang saling bertentangan.

Perempuan mempunyai kebutuhan khusus dibandingkan pria, dimana kaum Hawa akan mengalami menstruasi, kehamilan, melahirkan dam menyusui serta menopause. Dengan demikian perempuan memerlukan perawatan yang lebih intensif selama daur kehidupannya.

Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo), Listia Dwi Febriati., SST., M.Kes mengatakan kebutuhan khusus perempuan salah satunya mengalami menstruasi. Saat itu umumnya akan muncul berbagai keluhan ‘Sindrom Pramenstruasi’ atau Pre Menstruation Syndrome (PMS).

“PMS merupakan tanda-tanda yang muncul sebelum masa menstruasi, biasanya meliputi sakit kepala, kram perut dan perubahan suasana hati. Gejala PMS biasa muncul pada 1-2 minggu sebelum hari pertama menstruasi setiap bulannya,” terangnya.

Munculnya gejala yang melanda fisik dan mental ini belum dapat dipastikan apa penyebabnya, tetapi diperkirakan karena adanya perubahan hormon selama masa menstruasi, yaitu hormon estrogen dan progesteron. Terapi Komplementer merupakan salah satu alternatif solusi yang bisa digunakan untuk mengatasi PMS, adapun jenis-jenisnya yaitu aromaterapi, akupuntur, pijat, yoga serta penggunaan bahan herbal.

Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Program Diploma III melakukan pengabdian masyarakat yang berupaya untuk menggerakkan dan mengaktifkan remaja khususnya remaja putri dengan mengadakan penyuluhan dengan judul ‘Terapi Komplementer Sebagai Alternatif Solusi Meringankan PMS Pada Remaja Putri’. Kegiatan ini dilaksanakan di Pedukuhan Dhuku Desa Jambidan Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul.

“Salah satu Pedukuhan di Desa Jambidan yaitu Pedukuhan Dhuku berdasarkan informasi remaja setempat terkait kegiaan remaja perlu diadakan kegiatan yang bisa meningkatkan pengetahuan remaja khususnya remaja putri dan kemandirian remaja khususnya remaja putri yang mempunyai keunikan setiap bulan mengalami menstruasi,” kata Listia Dwi Febriati yang juga sebagai Ketua Pengabdian Masyarakat yang dibantu Puspito Panggih Rahayu, SST, M.Kes serta menggandeng mahasiswa Eka Khusnul Qkhotimah.

Ia mengatakan tujuan dilakukannya pengabdian yaitu untuk memberikan pendidikan kesehatan reproduksi tentang Terapi Komplementer sebagai solusi alternatif pengurangan nyeri PMS pada remaja perempuan. Kegiatan dilakukan dalam bentuk penyuluhan yang dilakukan secara daring pada 5 Oktober.

Penyuluhan berikutnya dilaksanakan pada 17 Oktober yang dilakukan secara luring. Penyuluhan secara luring diberikan dukungan dan diizinkan oleh Kepala Pedukuhan (Dukuh) Arik Setiawan. Selain Tim Pengabdian Masyarakat, kegiatan juga menggandeng pakar dari pembuatan jamu herbal yaitu Apt Indrawati Kurnia Setyani M. Pharm.Sci. (*)

BERITA REKOMENDASI